Swafoto di Tempat Bencana Tanda Minimnya Empati

Seiring dengan gempuran media sosial yang kuat membuat perilaku beberapa orang pun berubah. Dengan kata lain teknologi bukan hanya sekadar alat untuk mempermudah urusan, namun juga mengubah cara hidup seseorang.
Asteria Desi Kartika Sari | 09 Januari 2019 16:30 WIB
Warga berswafoto di kebun tanaman bunga matahari yang menjadi tempat wisata dadakan untuk masyarakat di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA — Seiring dengan gempuran media sosial yang kuat membuat perilaku beberapa orang pun berubah. Dengan kata lain teknologi bukan hanya sekadar alat untuk mempermudah urusan, namun juga mengubah cara hidup seseorang.

Misalnya saja, fenomena yang belum lama terjadi, ada orang yang melakukan swafoto atau selfie di tempat tak biasa seperi tempat berbahaya, lokasi kecelakaan dan lokasi bencana. Psikolog Nanang Suprayogi menyayangkan hal tersebut. Dia menilai mereka yang melakukan itu hanya karena ingin memenuhi kebutuhan eksistensi saja.

“Sayangnya belum seirama dengan proses empati yang harus dimiliki. Mereka belum paham betul apa yang sedang terjadi secara keseluruhan,” kata Nanang, Rabu (9/1/2019).

Misalnya saja, foto tersebut ingin dijadikan bukti bahwa mereka benar-benar telah mengunjungi lokasi bencana dan menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. Kemudian foto tersebut diunggah ke akun media sosial untuk mendapatkan beberapa 'likes' dari para pengguna media sosial.

Ada pula, pemburu swafoto yang berkeliling lokasi selama 30 menit guna mencari posisi terdekat dengan titik kerusakan parah. Misalnya, orang itu mendekati posisi mobil yang rusak akibat sapuan ombak.

“Masih banyak tayangan yang masih kepada sampah, karena mereka hanya sekadar ingin eksis saja. Padahal, seharusnya bisa dimanfaatkan yang sifatnya edukasi atau informasi yang menggugah,” jelasnya.

Tag : Selfie, psikologi
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top