Pernikahan Tradisional Semakin Menjadi Primadona

Asteria Desi Kartika Sari | 01 Februari 2019 13:11 WIB
Model menunggu proses penjurian ketika mengikuti perlombaan rias pengantin bertema Nusantara saat Pameran Pernikahan Tradisional di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/1/2019). Perlombaan rias pengantin tersebut merupakan salah satu rangkaian pameran perlengkapan pernikahan tradisional (Traditional Wedding) yang berlangsung hingga 13 Januari 2019. - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA — Seiring perkembangan zaman, muncul gaya pernikahan modern.

Lantas apakah hal itu dapat menggerus proses pernikahan dengan tema tradisional? Terlebih jamak diketahui pernikahan adat memiliki serangkaian prosesi yang rumit dan perlu dipersiapkan secara matang dan tepat. Sehingga sebelum melaksanakan pernikahan, calon pengantin perlu mencari sebanyak-banyaknya informasi agar detail pernikahan yang digelar tidak melanggar nilai-nilai adat.

Marketing Director Parakrama Organizer Arief Rachman mengatakan minat masyarakat untuk melaksanakan pernikahan dengan adat ternyata masih tinggi. Oleh kerenanya jajarannya menyelenggarakan pameran pernikahan tradisional bertajuk "Gebyar Pernikahan Indonesia 10th Edition".

Pameran 8-10 Februari 2019 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta ini bertajuk Asmarandana yang bertujuan untuk membantu para calon pengantin merealisasikan pernikahan bernuansa tradisional yang mereka rencanakan.

"Gelaran ini menjadi bukti bahwa nuansa tradisional masih menjadi idaman dan inspirasi bagi kebanyakan calon pengantin," katanyadikutip Jumat (1/2/2019).

Tradisi pernikahan tradisional, utamanya masyarakat Jawa dinilai sarat akan tata cara spesifik, runut, kaya makna, dan sarat estetika.

Untuk adat Yogyakarta sendiri, Paes Ageng Kanigaran Yogyakarta dianggap menjadi primadona bagi para calon pengantin yang mendambakan pernikahan yang megah dan sakral. Menurutnya, gaya Jawa tersebut dapat mewakili dari kesakralan yang agung.

Implementasi adat Yogyakarta tersebut akan dituangkan lewat kreasi dekorasi panggung utama, area pameran, hingga sudut-sudut ruang eksibisi.Lebih dari 150 vendor pernikahan akan tersedia pada pameran kali ini.

Salah satu aspek yang harus mengikuti pakem adalah tampilan pengantin. Marketing SISS The Wedding Rostantri menjelaskan, setiap daerah di Pulau Jawa punya masing-masing pakem yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilaksanakan secara sembarangan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan detail seperti riasan wajah, busana, hingga aksesori yang dikenakan pengantin.

"Dari teknik saja sudah tinggi. Seorang perias harus memiliki penguasaan ilmu, teknik, pemasangan aksesori. Terutama pemasangan paes," kata Rostantri.

Tag : pernikahan
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top