Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kiat Sukses Jadi Reseller

Kania Suryani (28) memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran. Dia memilih beralih profesi menjadi seorang reseller atau dropshipper di e-dagang atau e-commerce. Rupanya, pekerjaan menjadi reseller jauh lebih menghasilkan laba daripada upah yang diterimanya ketika bekerja sebagai desainer grafis di kantor.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  12:26 WIB
Christian Kustedi, Co-Founder Dusdusan.com berbincang dengan salah satu reseller di Kota Medan, Sabtu (10/11).JIBI - BISNIS/Ropesta Sitorus.
Christian Kustedi, Co-Founder Dusdusan.com berbincang dengan salah satu reseller di Kota Medan, Sabtu (10/11).JIBI - BISNIS/Ropesta Sitorus.

Bisnis.com, JAKARTA— Kania Suryani (28) memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran.  Dia memilih beralih profesi menjadi seorang reseller atau dropshipper di e-dagang atau e-commerce.

Rupanya, pekerjaan menjadi reseller jauh lebih menghasilkan laba daripada upah yang diterimanya ketika bekerja sebagai desainer grafis di kantor. Sebetulnya, Kania tidak sengaja menggeluti profesi baru ini. Tadinya, dia hanya pembeli biasa. Suatu kali karena berbelanja dengan harga yang sangat murah di sebuah e-commerce, dia mulai memasarkannya di lapaknya sendiri di berbagai platform, seperti Buka Lapak, Tokopedia, dan Shoope. Ternyata, jualannya laku pesat.

Kania membenarkan bahwa reseller akan lebih tertarik mengambil barang dari e-commerce yang harganya lebih murah tetapi terjamin kualitasnya.

“Prosesnya sederhana sekali, saya bekerja sama dengan Jakmall dan membeli produk dari situ, kemudian menjualnya kembali di toko saya,” kata Kania.

Dengan cara ini, Kania dan timnya tidak perlu memiliki toko untuk menyimpan barang, dan sama sekali tidak berhubungan dengan berbagai produk yang dijualnya.

Agar reseller memperoleh keuntungan, menurut chief marketing officer Jakmall.com Reza Aggi Prasetyo, reseller sebaiknya terlebih dulu mempelajari mengenai sistem kerja dari sebuah e-commerce.

Dia menilai bahwa posisi reseller biasanya lebih personal ketimbang penjual pertama yang memiliki stok barang.

“Itulah sebabnya mereka perlu memperoleh support yang baik dari pihak e-commerce tempat mereka membeli barang,” kata Reza.

Dia juga menegaskan kepada para reseller untuk tidak takut ketika menjual barang.

“Walau reseller bukan penjual aslinya, jangan takut untuk memberikan penjelasan dan dukungan yang maksimal pada pembeli, anggaplah diri sendiri sebagai penjual asli,” katanya lagi.

Kesuksesan reseller bergantung kepada pemahamannya terhadap cara kerja dunia e-commerce. Bagi pemula, sebaiknya jangan coba-coba tanpa memahami terlebih dulu.

“Kenali dulu dunia e-commerce Indonesia, untuk setiap e-commerce mempunyai produk andalan yang paling laris dan laku, tangkaplah peluang di situ,” ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce tips bisnis
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top