Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas, Bakteri di Rumah Sakit Dapat Pengaruhi Kesehatan Pasien

Penyebaran infeksi masih menjadi salah satu bahaya yang rentan terjadi di rumah sakit. Kondisi ini diyakini bakal mempengaruhi kondisi pasien atau masyarakat yang berada di lingkungan tersebut.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  19:15 WIB
Petugas memeriksa pasien deman berdarah (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Jawa Barat, Jumat (25/1/19). - ANTARA/Kahfie kamaru
Petugas memeriksa pasien deman berdarah (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, Jawa Barat, Jumat (25/1/19). - ANTARA/Kahfie kamaru

Bisnis.com, JAKARTA - Penyebaran infeksi masih menjadi salah satu bahaya yang rentan terjadi di rumah sakit. Kondisi ini diyakini bakal mempengaruhi kondisi pasien atau masyarakat yang berada di lingkungan tersebut.

Dokter Spasialis Mikrobiologi Klinis dr. Anis Karuniawati SpMK, Ph.D mengatakan dalam sebuah riset membuktikan bahwa lingkungan rumah sakit yang tidak higienis berpotensi menjadi sumber infeksi.

"Awalnya, bakteri pada tubuh pasien menempel pada permukaan sekitar pasien. Bakteri ini lalu hidup dan bertahan pada permukaan, lalu mengkontaminasi benda dan orang atau pasien lain," katanya dalam diskusi Indonesia Hygiene Forum di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Lebih lanjut pada tahapan selanjutnya, bakteri hidup dan bertahan pada permukaan, lalu mengkontaminasi benda dan orang atau pasien lain. Bakteri tersebut kemudian lalu berpindah dari satu orang ke orang lainnya, sehingga bakteri dari pasien rawat sebelumnya akhirnya menjangkiti pasien rawat berikutnya

" Oleh karena itu, higienitas menjadi sangat penting karena semakin rendah jumlah bakteri dalam lingkungan, semakin rendah pula risiko terjadinya infeksi," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa penyebaran infeksi melalui permukaan benda hidup seperti tangan, dapat diinterupsi melalui perilaku mencuci tangan dengan sabun atau tindakan antiseptik lainnya. Sementara itu, penyebaran melalui benda mati harus ditangani melalui pembersihan, disinfeksi, atau sterilisasi.

Menurutnya, pemilihan disinfektan dan metode disinfeksi sepatutnya mempertimbangkan beberapa hal. Seperti sifat jumlah mikroba pada permukaan, resistensi mikroba terhadap efektivitas disinfektan, jumlah kotoran yang terkandung pada permukaan, tipe dan konsentrat disinfektan yang digunakan, serta suhu dan waktu kontak dengan disinfektan.

Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. meminta rumah sakit wajib melaksanakan program pencegahan dan pengendalian infeksi yang terintegrasi, terprogram, dan terpantau.

“Contohnya dengan membatasi transmisi organisme dari atau antar pasien melalui cuci tangan dan penggunaan sarung tangan, melakukan disinfeksi untuk mengontrol risiko penularan dari lingkungan, serta memastikan kebersihan Iingkungan rumah sakit dan seluruh permukaan fasilitas rumah sakit, termasuk Iantai,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit bakteri
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top