Rilekslah Hai Pekerja, Ini Manfaat Besar Meditasi

Banyak pekerja yang mengalami stres, tertekan, burn out, kewalahan, bahkan terganggu mentalnya gara-gara tidak mampu mengendalikan pikiran, perasaan, dan jiwanya dalam bekerja.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 06 April 2019  |  08:06 WIB
Rilekslah Hai Pekerja, Ini Manfaat Besar Meditasi
Ilustrasi - Fournier

Bisnis.com, JaKARTA – Berkutat dengan target tinggi dan kinerja maksimal bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi jika Anda bekerja di perusahaan yang berlokasi di kota metropolitan.

Sering kali persoalan timbul gara-gara pekerja dan perusahaan tidak sinkron gerak langkahnya. Akibatnya, terjadi hubungan kerja yang saling menuntut.

Hal ini merugikan semua pihak, baik perusahaan maupun pekerja itu sendiri. Tidak heran jika pada akhirnya kualitas sumber daya manusia yang diharapkan oleh pihak perusahaan maupun pekerja tidak sesuai dengan kenyataan.

Banyak pekerja yang mengalami stres, tertekan, burn out, kewalahan, bahkan terganggu mentalnya gara-gara tidak mampu mengendalikan pikiran, perasaan, dan jiwanya dalam bekerja.

Padahal, kesehatan mental seharusnya tidak boleh diabaikan dalam pekerjaan. Adapun, problem yang paling sering terjadi pada pekerja adalah stres.

“Keadaan ini bisa ditandai dengan berbagai macam emosi seperti marah, cemas, sedih, kecewa, dan merasa bersalah,” ujar fasilitator meditasi dari The Golden Space Indonesia, Bagia Arif Saputra.

Semua hal ini pasti akan mempengaruhi kehidupannya dan berefek pada produktivitas, kreativitas, dan relasi kerja, sudah tentu problem ini mempengaruhi perusahaan juga.

Kondisi ini juga yang kerap membuat banyak pekerja bekerja seadanya saja. Mereka percaya bahwa bekerja seadanya sudah cukup, tanpa gairah dan keinginan untuk memberikan yang terbaik.

“Kalau kita bisa memberi lebih untuk meningkatkan potensi diri kita sendiri, why not?” kata Bagia.

MASALAH MENTAL

Salah satu cara untuk mengatasi problem mental dan emosi ini, Bagia menganjurkan untuk melakukan meditasi. Menurutnya, teknik meditasi akan menolong orang untuk menyadari apa yang menjadi masalah dalam dirinya. Mungkin saja ada persoalan terkait relasi dengan atasan, dengan klien, bahkan dengan diri sendiri yang membuat seseorang tertekan.

“Setelah itu, kita mencari apa yang menjadi penyebabnya. Karena biasanya semua masalah yang kita hadapi di kantor, adalah cerminan dari personal issues kita,” katanya lagi. Bagi Bagia, cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja adalah menyelesaikan persoalan individu terlebih dahulu.

Menurut Corporate Director The Golden Space Indonesia Helena Abidin bekerja seharusnya membuat seseorang bahagia dan maksimal. Itulah sebabnya dia menyarankan agar para pekerja yang merasa tidak bahagia dapat melakukan meditasi dengan metode mindfulness dan heartfulness.

“Meditasi akan membantu seseorang untuk terkoneksi kembali dengan dirinya sendiri, sehingga pikiran, hati, dan jiwanya selaras kembali.” Keselarasan ini akan membawa pengaruh besar pada diri sendiri, orang lain, bahkan perusahaan.

Metode mindfulness dan heartfulness ini, tutur Helena, diharapkan dapat menolong pekerja mengalami kondisi mental dan emosi yang sehat. “Mindfulness dapat dilakukan untuk mencapai kondisi mental dan batin yang sadar sepenuhnya,” katanya.

Dengan kesadaran penuh itu, setiap orang dapat mengamati setiap pikirannya serta memutuskan bagaimana bereaksi dan bertindak dengan tepat.

Sementara itu, heartfulness merupakan kondisi saat tindakan selalu berdasarkan pada apa saja yang membawa dampak positif bagi diri sendiri, dan orang lain, bahkan perusahaan. Istilahnya bekerja dengan hati, maka pekerjaan dan kehidupan terasa lebih berarti.

Risiko tinggi dari dunia kerja yang penuh tekanan, stres, dan ketidakpastian perlu diatasi dengan mindfulness dan heartfulness.

“Dengan metode ini, pekerja akan terbantu untuk memiliki pola pikir baru akan potensinya, menjadi lebih empati, lebih selaras dengan energi organisasi, dan lain-lain,” kata Helena.

Bagia mengatakan melalui meditasi, segala sesuatunya dapat diselaraskan. “Jadi, apa yang kita pikirkan sama dengan yang kita rasakan, dan apa yang kita bicarakan dan lakukan semuanya selaras,” katanya lagi.

Perusahaan yang memiliki pekerja yang sehat mental dan jiwanya ibaratnya menang banyak. Bukan saja karena kinerja dan produktivitas pekerja itu membaik, tetapi juga relasi dan iklim organisasi yang terbangun lebih hangat dan positif.

Helena mengatakan bahwa sangat memungkinan untuk melakukan meditasi dalam lingkungan korporasi demi kesehatan emosi dan mental para karyawan. Meditasi diperuntukkan bagi semua level pekerja di perusahaan.

“Akan tetapi, atasan atau pemimpin-pemimpin sebaiknya yang memulai langkah awal,” kata Bagia.

Meditasi yang dimaksud Bagia dan Helena adalah meditasi nonreligius. Artinya, meditasi universal yang dapat diaplikasikan pada semua orang.

Dia mengatakan bahwa metode meditasi yang dilakukan cukup beragam, tetapi tetap dipandu oleh fasilitator. Sebaiknya memilih fasilitator yang bersertifikat sehingga dapat memandu peserta meditasi dengan tepat.

“Kami menerapkan beragam metode mulai dari terapi dengan musik, menari, bahkan berteriak. Jadi tidak melulu meditasi itu duduk kalem dan tenang,” kata Bagia lagi.

Sejauh ini, Bagia menilai telah banyak perusahaan di Indonesia yang mulai terbuka untuk menerapkan meditasi di perusahaannya. Permintaan dari pihak korporasi lumayan tinggi untuk melakukan meditasi di tempat kerja.

Menurutnya, telah ada bukti nyata bahwa para karyawan terlihat lebih gembira, lebih sehat, dan lebih menikmati pekerjaannya setelah bermeditasi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
YOGA

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top