Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berbisnis Online Lewat E-Commerce Bikin Perempuan Indonesia Lebih Berdaya

Banyak orang yang berasumsi bahwa saat ini masih lekat terjadi kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam lingkup keluarga, yakni antara kekuatan suami dan istri.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 06 April 2019  |  10:25 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak orang yang berasumsi bahwa saat ini masih lekat terjadi kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam lingkup keluarga, yakni antara kekuatan suami dan istri.

Nyatanya memang hal tersebut masih menjadi persepsi umum yang terbilang terus populer. Hal ini dapat terlihat dari sebuah riset global yang dilakukan oleh Hakuhodo, perusahaan creative advertising.

“Masyarakat menganggap peran laki-laki jauh lebih penting daripada perempuan. Di Indonesia, power perception pada suami 50 persen, sementara istri 2 persen. Sedangkan 48 persen sudah ada kesetaraan antara suami dan istri. Di Asean, Indonesia bahkan masih kalah dibanding Singapura, Vietnam, dan Thailand,” tutur Devi Attamimi, Executive Director of Strategic Planning Hakuhodo, baru-baru ini.

Namun, masih mengacu pada riset tersebut, Devi menjelaskan bahwa persepsi tersebut sesungguhnya tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan penemuan baru bahwa tipe keluarga mayoritas di Indonesia adalah task based sharing

Tipe ini mengunggulkan pembagian tugas antara suami dan istri sehingga masing-masing punya peran dan kekuatan yang setara. Riset tersebut menunjukkan bahwa para perempuan atau istri di tipe keluarga ini memiliki pendapatan dengan berbisnis.

Sebanyak 85 persen diantaranya memperoleh pendapatan dari berbisnis online lewat e-commerce. Jadi, bisa dibilang justru ada gap antara persepsi masyarakat dengan apa yang sebenarnya terjadi di kehidupan rumah tangga.

“Yang namanya empowerment perempuan di Indonesia sudah cukup tinggi, terutama di lingkungan berumah tangga,” katanya. 

Setidaknya ada dua hal yang mendorong fakta tersebut. Pertama, karena perkembangan teknologi yang membantu menampik persepsi tentang keterbatasan perempuan dalam berekspresi dan berkarya. Kedua adalah karena saat ini semakin banyak perempuan yang memiliki pendapatan.

Lebih lanjut, Devi menjelaskan, pemberdayaan perempuan memang tidak terlepas dari kehadiran e-commerce. “E-commerce sekarang benar-benar menjadi sebuah powerfull medium bagi perempuan untuk empowerment. Mereka [perempuan] menjadi merasa memiliki peran yang juga besar di keluarganya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tika Latifani Mulya sebagai perempuan yang juga seorang Vice President Brand Elzatta Hijab sependapat dengan Devi. Sebagai pebisnis modest wear, dia mengaku kini sangat banyak perempuan Indonesia yang terjun di dunia bisnis online, seperti bisnis hijab.

“Pasar hijab semakin besar karena perempuan-perempuan diberdayakan. Itu positif. Semakin banyak orang yang terjun di bisnis itu, marketnya sangat banyak,” tambahnya. 

Menurutnya, bahkan saat ini ibu-ibu yang hanya berada di dalam rumah dengan menggunakan daster bisa menjadi seorang milyader karena berbisnis online.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online e-commerce wanita
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top