Ini yang Perlu Anda Lakukan Saat Memarahi Anak

Saat Anda marah kepada anak karena suatu kesalahan yang diperbuatnya, pastikan komunikasi berjalan dua arah.
Reni Lestari | 27 April 2019 18:44 WIB
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA - Saat Anda marah kepada anak karena suatu kesalahan yang diperbuatnya, pastikan komunikasi berjalan dua arah.

Psikolog anak Anna Surti mengatakan, selain dalam rangka mendidik anak, hal itu juga penting bagi orang tua untuk membiasakan mendengarkan anak.

Namun, selain diajak komunikasi dua arah, anak juga perlu diberi kewajiban menanggung konsekuensi atas kesalahan yang dia perbuat, seperti ada hak yang dicabut.

Misalnya, hak untuk main game. Namun ketika konsekuensi itu sudah dilakukan oleh anak, maka hak tersebut boleh kembali diberikan.

Dia melanjutkan, anak juga perlu diajak berpikir tentang alasan kemarahan orang tuanya dan hal yang harus dilakukannya untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan.

Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengajak anak mengoreksi diri sendiri sekaligus mencari solusi yang akan dia kerjakan selanjutnya.

Selain itu dalam situasi marah, penting diingat bahwa orang tua tidak boleh sampai melampiaskan amarah dengan cara memukuli anak.

"Kalau berlebihan jatuhnya bukan marah tetapi melakukan kekerasan pada anak," ujarnya.

Sebuah riset di Amerika Serikat mengungkapkan dampak memarahi anak sambil berteriak dapat menyebabkannya tumbuh menjadi pribadi yang kasar dan pembohong.

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development itu melibatkan 976 orangtua di AS yang sebagian besar merupakan keluarga kelas menengah.

Dari penelitian terungkap jika orangtua memarahi dengan berteriak saat anak berusia 13 tahun, anak tersebut berisiko besar memiliki masalah perilaku dan emosional ketika dewasa.

Anak remaja ini bisa menderita depresi di usia 13 dan 14 tahun. Mereka juga cenderung berperilaku negatif seperti tidak patuh di sekolah, berbohong, mencuri atau bahkan berkelahi.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
psikologi, parenting

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup