Kenali Penyakit Lupus pada Perempuan

Lupus merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan. Selebriti dunia Selena Gomez, misalnya, termasuk salah satu pengidap Lupus. Bahkan karena penyakit ini, Selena juga mengalami gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi karena lupus merupakan penyakit autoimun yang rentan menyebabkan komplikasi terutama pada ginjal.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  14:32 WIB
Kenali Penyakit Lupus pada Perempuan
Ilustrasi - imgkid

Bisnis.com, JAKARTA – Lupus merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan. Selebriti dunia Selena Gomez, misalnya, termasuk salah satu pengidap Lupus. Bahkan karena penyakit ini, Selena juga mengalami gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi karena lupus merupakan penyakit autoimun yang rentan menyebabkan komplikasi terutama pada ginjal.

Lupus lebih banyak menyerang perempuan usia produktif, sulit dideteksi, dan tidak mudah disembuhkan. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengetahui tentang penyakit lupus.
Head of Health Claim Department Sequis Life Insurance Hendratno mengatakan, gejala awal penyakit lupus seringkali tidak terdeteksi karena gejala yang ditunjukkan tidak khas dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari ringan sampai berat.

Tingkat keparahannya pun dari ringan, berat hingga mengancam jiwa. Secara umum, tanda fisik yang sering dikeluhkan pasien, seperti kelelahan berlebihan, nyeri sendi, demam sangat tinggi, sensitif pada sinar matahari, dan berat badan terus turun.

"Lupus bukan disebabkan oleh penurunan daya tahan tubuh tetapi kondisi kekebalan tubuh yang kehilangan kemampuan membedakan sel dan jaringan tubuh sendiri dengan substansi asing sehingga sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh itu sendiri," kata Hendratno.

Dia melanjutan, konsumsi obat dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunostimulator dihindari. Jika gejala awal sudah terlihat, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosa awal, mendapatkan pengobatan, dan mengontrol respon autoimunitas untuk mengurangi kerusakan organ yang diserang.

Hendratno menegaskan agar selagi sehat sebaiknya aktif menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit lupus.

"Sebaiknya kita terutama perempuan mempraktikkan gaya hidup sehat, tidak merokok, dan rutin berolahraga," ujarnya.

Sementara bagi mereka yang penyakit lupusnya sudah terkontrol sebaiknya menghindari faktor pencetus, seperti paparan sinar matahari langsung, stres, dan konsumsi obat-obatan yang tidak perlu apalagi tanpa sepengetahuan dokter. Jangan lupa pula untuk menggunakan lotion pelindung pada bagian kulit yang akan terpapar sinar matahari.

Dia juga menyarankan agar tetap melakukan kontrol ke dokter setiap 6 bulan sampai dengan 1 tahun sekali untuk mengevaluasi kesehatan karena interaksi dengan sekitar dapat memicu penularan penyakit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top