Manfaat Memaafkan, Stabilkan Mental Hingga Kurangi Depresi

Anda bisa saja merasakan amarah dan kepahitan, bahkan dendam kepada orang yang bersalah.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  16:27 WIB
Manfaat Memaafkan, Stabilkan Mental Hingga Kurangi Depresi
mental - www.abc.au

Bisnis.com, JAKARTA — Siapa yang belum pernah terluka karena sikap dan perkataan orang lain? Orang tua pernah bersalah kepada anaknya, demikian pula sebaliknya.

Pasangan terhadap pasangan, rekan kerja dengan rekan yang lain, sahabat dengan sahabatnya, semua pernah melakukan kesalahan yang menimbulkan luka. Anda bisa saja merasakan amarah dan kepahitan, bahkan dendam kepada orang yang bersalah.

Dalam hal ini, cara utama untuk melepaskan diri dari amarah dan dendam adalah dengan memaafkan. Keputusan untuk memaafkan adalah tindakan untuk melepaskan dan melupakan kesalahan orang lain tanpa dendam. Memaafkan dapat membawa kita pada pengertian, empati, dan belas kasih kepada orang yang bersalah kepada kita. Akan tetapi, memaafkan bukan berarti melupakan dan membenarkan kesalahan yang pernah dilakukan orang lain.

Menurut catatan Mayo Clinic, manfaat memaafkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan memaafkan, kita dapat memperoleh hubungan yang lebih sehat, kestabilan mental, berkurangnya stres, tekanan darah normal, mengurangi depresi, dan memperoleh kesehatan fisik yang lebih prima.

Sementara orang yang memilih untuk tidak memaafkan biasanya dikuasai oleh amarah dan kepahitan, tidak bisa menikmati masa kini, menjadi lebih cemas, dan merasa sulit menghargai sebuah hubungan.

Anda bisa memanfaatkan momen Idulfitri untuk mulai memaafkan orang lain. Ambil komitmen untuk melepaskan dendam yang merusak hidup, menjadi maaf yang tulus yang membebaskan Anda.

Apa yang harus dilakukan untuk memaafkan? Pertama, sadari bahwa Anda membutuhkan pemulihan dengan cara memaaafkan orang lain. Kedua, bila Anda tidak mampu sendiri, pertimbangkan untuk menemui konselor atau orang yang Anda percaya untuk menceritakan hal ini.

Ketiga, akui bahwa Anda menyimpan emosi yang tidak baik bagi Anda dan emosi negatif itu mempengaruhi perilaku Anda. Terakhir, ambil keputusan untuk memaafkan orang yang bersalah kepada Anda dan berhentilah bertindak sebagai korban karena Anda telah bebas.

Setelah memaafkan Anda tidak harus melakukan rekonsiliasi dengan orang yang bersalah pada Anda. Jangan terjebak pula dengan harapan bahwa si pelaku dapat berubah melalui maaf yang Anda berikan. Ingatlah, memaafkan itu demi diri Anda sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, minta maaf, stres, Depresi

Editor : Tegar Arief
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top