Atasi Masalah Dehidrasi Demi Kulit Sehat Saat Lebaran

Jelang Idulfitri, pernikahan, liburan, dan momen-momen bahagia lainnya, setiap orang tentu menginginkan kulit sehat.
Atasi Masalah Dehidrasi Demi Kulit Sehat Saat Lebaran
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  17:21 WIB
Atasi Masalah Dehidrasi Demi Kulit Sehat Saat Lebaran
Ilustrasi dehidrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Jelang Idulfitri, pernikahan, liburan, dan momen-momen bahagia lainnya, setiap orang tentu menginginkan kulit sehat.

Baik pria maupun perempuan pasti menginginkan kulit sehat, terawat, dan bebas masalah untuk menambah tingkat kepercayaan diri ketika bersilaturahmi di hari yang fitri.

Masalah pada kulit seperti pigmentasi, jerawat, kemerahan, kerutan, dan lainnya pada kulit tentu mengganggu. Tidak hanya masalah kesehatan kulit, tetapi juga menjadi persoalan estetika yang memengaruhi penampilan. Itulah sebabnya, sebelum merayakan momen yang berbahagia penting sekali melakukan proteksi maupun terapi untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bercahaya.

Dokter spesialis dermatovenereologi Ika Anggraini dari Bamed Skin Care Jakarta mengatakan bahwa proteksi kulit harus dimulai selama Ramadan. Salah satu perlindungan yang harus dilakukan demi kulit adalah menghindari agar kulit tidak mengalami dehidrasi. Kulit yang sehat ditandai dengan kulit yang lembab. Kulit yang terhidrasi dengan baik biasanya dapat teregenerasi dengan baik pula.

“Sering kali kendala untuk menjaga hidrasi kulit terjadi selama Ramadan karena perubahan pola asupan makanan,” kata Ika.

Saat proses metabolisme terjadi dalam tubuh, sekresi cairan dari keringat dan buang air kecil terjadi. Apabila seseorang kekurangan asupan cairan, kulit dapat mengalami dehidrasi.

Seseorang yang mengalami dehidrasi pada kulit akan membuat kulit kering disertai dengan terganggunya barrier kulit. Hal ini dapat menyebabkan bakteri ataupun bahan iritan lainnya lebih mudah masuk ke dalam kulit sehingga kulit menjadi bermasalah. Kulit dehidrasi juga sering bikin tidak nyaman karena kulit terasa kering, seperti tertarik, bersisik, dan gatal. Dehidrasi kulit dapat terjadi pada semua jenis kulit.

Ika mengatakan bahwa asupan cairan penting diperhatikan selama Ramadan yaitu mengonsumsi air minimal 2 liter atau 8 gelas per hari. “Pada masa puasa dapat mengakalinya dengan minum 2 gelas air saat berbuka, 2 gelas saat sahur, dan 4 gelas saat makan malam menjelang tidur,” katanya. Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung air seperti selada, semangka, jeruk, dan sebagainya.

“Hindari asupan yang bersifat diuretik seperti kafein karena mempermudah hilangnya cairan dari tubuh,” kata Ika lagi. Bahkan sinar matahari yang berlebihan juga sebaiknya dihindari karena suhu panas dapat meningkatkan keringat.

Kalaupun harus berolahraga, sebaiknya dilakukan saat berbuka puasa saja ketika kebutuhan cairan sudah dipenuhi. Biasanya hasil olahraga akan lebih optimal jika tubuh dalam keadaan terhidrasi dengan baik.

“Demi hidrasi kulit yang baik, mandi dua kali sehari dengan air dingin biasa atau suam kuku. Gunakan sabun berpelembab dan krim pelembab secara rutin untuk mempertahankan kelembaban kulit,” ujar Ika lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dehidrasi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top