Harapan Ernest Prakasa untuk Film Ghost Writer

Tayang 4 Juni, film Ghost Writer dapat disaksikan di bioskop. Film bergenre horor, komedi, dan drama keluarga ini diharapkan dapat menjadi tontonan yang menyenangkan bagi keluarga dalam mengisi liburan lebaran.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  16:18 WIB
Harapan Ernest Prakasa untuk Film Ghost Writer
Foto: Tika Anggreni Purba - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Tayang 4 Juni, film Ghost Writer dapat disaksikan di bioskop. Film bergenre horor, komedi, dan drama keluarga ini diharapkan dapat menjadi tontonan yang menyenangkan bagi keluarga dalam mengisi liburan lebaran.

Produser Ghost Writer Ernest Prakasa mengatakan bahwa produksi film ini berawal dari kelas skenario yang diinisasinya bersama rumah produksi Starvision di lima kota di Indonesia. Kelas skenario itu bertujuan untuk menjaring bakat baru sekaligus regenerasi penulis skenario di industri film Indonesia.

“Dari situ aku dapat 3 kandidat sinopsis, dan ternyata Starvision paling tertarik dengan ide Ghost Writer,” ujar Ernest. Dia mengatakan bahwa sejak dari ide cerita hingga menjadi skenario film, jalan ceritanya memang tidak banyak berubah.

Menurutnya penulis skenario Nonny Boenawan menulis skenario dengan sangat baik sehingga tim produksi tidak banyak mengubah cerita. Ernest mengatakan bahwa proses produksi berjalan dengan lancar. “Ada beberapa kendala teknis sih, seperti penggunaan sling dan segala macam yang masih baru banget bagi kita,” ujarnya.

Pertama kali memproduseri film horor, Ernest mengaku mendapat pengalaman baru. Pengalaman berupa merancang pengambilan gambar dari adegan-adegan horor yang membutuhkan teknik tertentu. “Kelihatannya gampang, tetapi saat dieksekusi ternyata enggak gampang. Saya belajar banyak sih,” katanya.

Dia tidak ingin film ini hanya membekas sebagai drama komedi biasa pada penonton, tetapi juga drama keluarga yang serius.
Setelah melihat hasilnya, dia mengaku senang dan puas dengan ‘rasa’ film yang diperankan oleh Tatjana Saphira, Ge Pamungkas, dan Deva Mahenra ini.

Ernest mengatakan bahwa film ini bukan sekadar film komedi horor biasa. “Setelah nonton, saya berharap penonton bisa merasakan sesuatu yang lebih dari sekadar nonton komedi biasa, soalnya secara dramatis kita menggarap naskahnya dengan serius,” ujarnya lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film indonesia

Editor : Tegar Arief
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top