Menyiasati Pasang Bata Roster Pada Eksterior dan Interior Hunian

Lubang angin berupa roster sering kali digunakan pada hunian yang berada di wilayah tropis. Roster memiliki bentuk seperti mata yang memiliki lubang di bagian tengahnya atau sebuah rongga.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  20:07 WIB
Menyiasati Pasang Bata Roster Pada Eksterior dan Interior Hunian
Ilustrasi - ihomedecor.cf

Bisnis.com, JAKARTA— Lubang angin berupa roster sering kali digunakan pada hunian yang berada di wilayah tropis. Roster memiliki bentuk seperti mata yang memiliki lubang di bagian tengahnya atau sebuah rongga.

Di mana lubang tersebut dapat berfungsi secara efektif untuk menghalau teriknya sinar matahari, sirkulasi udara, dan menciptakan aksen unik untuk hunian.

Roster terbuat dari campuran material semen, pasir dan juga kerikil, sehingga tercipta roster beton yang memiliki ketahanan yang lebih kuat dibandingkan dengan roster yang terbuat dari kayu, tanah liat, atau material lainnya.

Desainer Interior Dimas Suryono mengatakan bata roster lebih memiliki fungsi lebih apabila digunakan sebagai lapisan dinding atau fasad bangunan ekterior hunian.

Roster yang dipasang sebagai tabir surya yang dipasang di fasad rumah tidak hanya digunakan sebagai pelindung rumah. Permainan rongga dan pola juga dapat menghasilkan visual bayangan yang atraktif. Jadi, tampilan fasad rumah pun tampak lebih ekspresif. Pasalnya, roster juga menampilkan keindahan yang estetis.

“Konsep arsitektur yang kembali dimunculkan kembali adalah gaya vintage, gaya era 1980 atau awal 1990-an. Itu banyak menggunakan roster. Estetikanya dipakai untuk menyesuaikan gaya di era itu,” katanya.

Dia bercerita pada era itu, bata roster biasanya dipasang di atas pintu, atau di atas kusen jendela. Kendati begitu, saat ini desain roster juga mulai berkembang bahkan bisa didesain lebih kontemporer. Misalnya saja, bata roster ditumpuk dengan berbagai macam pola roster untuk membuat panel dinding.

“Yang membedakan cuma style-nya saja yang satu lebih vintage dan satu lagi dibuat lebih kontemporer dari segi eksplorasi."

Dari segi peletakan batu roster, lanjutnya, tergantung dari konsep yang dibawa arsitek ataupun desainer interior dari hunian tersebut. Atau, spot mana saja yang membutuhkan sirkulasi udara agar tidak terkesan lembab. Karena bentuknya yang beragam, roster dapat juga disusun dengan mudah menjadi pernik hias pada tanaman.

Seiring dengan perkembangan arsitektur, roster juga dapat difungsikan sebagai elemen hias interior. Ada berberapa gaya interior rumah yang dapat disempurnakan dengan penggunakan roster.

Misalnya untuk mengubah ruangan dengan konsep industrialis dan modern. Tak hanya itu, roster juga dapat disusun vertikal dan dapat berfungsi sebagai penyekat antara dua ruangan, atau sebagai transisi area indoor dan outdoor.

“Untuk indoor bisa menggunakan roster yang bermaterial seperti kayu, akrilik, dan kaca,” katanya.

Ketika bata roster diletakan dalam elemen interior,lanjutnya, fungsi untuk sirkualisi udara sudah tidak terlalu penting. Pasalnya, biasanya ruangan sudah didukung dengan sistem seperti AC. Alhasil, roster hanya berfungsi sebagai pemanis estetika atau untuk memunculkan titik fokus dalam sebuah ruangan.

Mengombinasikan roster dengan material lain yang lebih solid, seperti tembok dan kayu, akan menghasilkan perpaduan tekstur yang apik. Beberapa kegunaan yang dimiliki roster ini dapat mewujudkan konsep hunian cantik yang sejuk dan nyaman untuk ditinggali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
desain rumah

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top