Anak Takut Disunat? Pilih Cara Anastesi Tanpa Jarum Suntik

Sunat atau siskumsisi merupakan prosedur membuang kulit prepusium penis atau kulup. Sunat bermanfaat untuk menghindari berbagai persoalan medis seperti penyakit gonore, herpes, kanker serviks, infeksi saluran kemih, dan penularan infeksi lainnya.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  09:13 WIB
Anak Takut Disunat? Pilih Cara Anastesi Tanpa Jarum Suntik
Ilustrasi - Reuters/Zohra Bensemra

Bisnis.com, JAKARTA—Sunat atau siskumsisi merupakan prosedur membuang kulit prepusium penis atau kulup. Sunat bermanfaat untuk menghindari berbagai persoalan medis seperti penyakit gonore, herpes, kanker serviks, infeksi saluran kemih, dan penularan infeksi lainnya.

Walau manfaatnya sudah terbukti, masih banyak anak-anak dan orang dewasa merasa takut melakukan sunat. Kebanyakan orang takut akan rasa sakit dan nyeri saat proses sunat berlangsung. Padahal sebelum proses sunat berlangsung, pasien akan dibius terlebih dahulu.

Anestesi akan meminimalkan atau menghilangkan rasa nyeri sehingga pasien tidak sadar saat tindakan sunat dilakukan. Persoalan lain yang muncul adalah banyak orang yang takut dengan jarum suntik. 

“Saat ini tindakan anastesi dapat dilakukan tanpa jarum suntik,” kata dokter spesialis bedah saraf Mahdian Nur Nasution dari Rumah Sunat dr Mahdian Jakarta, Selasa, 18/6/2019.

Anestesi tanpa jarum suntik ini disebut dengan anestesi dengan teknologi needle free injection. Kinerja anestesi tanpa jarum ini adalah mengantarkan cairan obat ke dalam lapisan kulit dan jaringan subkutan.
 
“Teknologi ini mengantarkan cairan obat dengan menggunakan tenaga pegas kecepatan tinggi sehingga menghasilkan pancaran cairan yang berpenetrasi ke dalam kulit melalui lubang yang sangat kecil,” ujar Mahdian. 

Dia mengatakan bahwa produk bius tanpa suntik ini berasal dari Korea Selatan. Teknologinya terdiri dari alat semprot cairan anestesi, injektor, dan pompa injektor.

“Jadi sistemnya obat biusnya tidak disuntik, tetapi disemprot dengan tekanan udara,” ujarnya. Mahdian mengatakan bahwa cairan yang disemprot dengan tekanan tertentu ternyata dapat menembus kulit dan lebih merata penyebaran obat biusnya.

Inovasi ini dinilainya akan mengurangi trauma pada anak-anak saat disunat. Selain itu, risiko cedera pembuluh darah akibat jarum suntik juga makin berkurang. 
“Selain itu, teknologi tanpa jarum suntik ini juga lebih aman dari infeksi virus atau bakteri dari luar,” ujarnya. 

Sensasi yang dirasakan pasien sunat tidak akan sakit dan nyeri seperti anestesi dengan suntikan. Anak yang tenang saat proses sunat berlangsung akan menghasilkan hasil sunat yang memuaskan juga. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sunat

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top