Biarkan Anak Bermain di Luar Ruangan Demi Tumbuh Kembang Optimal

Bermain di luar ruangan merupakan hal yang sangat penting untuk mengasah berbagai aspek perkembangan anak. Orang tua mesti bijaksana untuk menyediakan waktu bagi anak untuk bermain bersama. Agar bermain tetap aman, orang tua sebaiknya terlibat langsung dan jenis permainan harus disesuaikan dengan usia anak.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  15:22 WIB
Biarkan Anak Bermain di Luar Ruangan Demi Tumbuh Kembang Optimal
Anak-anak bermain air. - Reuters/Pilar Olivares

Bisnis.com, JAKARTA—Bermain di luar ruangan merupakan hal yang sangat penting untuk mengasah berbagai aspek perkembangan anak. Orang tua mesti bijaksana untuk menyediakan waktu bagi anak untuk bermain bersama. Agar bermain tetap aman, orang tua sebaiknya terlibat langsung dan jenis permainan harus disesuaikan dengan usia anak.

Anak dapat diberikan stimulasi melalui bermain dengan berbagai cara. Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang Catharine M. Sambo dari RS Pondok Indah-Pondok Indah Jakarta mengatakan anak dapat diajari dengn menggunakan obyek bermain seperti mainan. Selain itu, anak juga perlu didukung dengan permainan dengan aktivitas fisik yang bergerak. 

“Anak juga bisa diajak bermain di luar ruangan, khususnya untuk mengasah kemampuan spasial anak,” ujar Catharine. Kemampuan spasial adalah kemampuan untuk mengenal luar ruangan seperti arah dan bentuk dengan lebih baik. Bermain di luar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar juga membantu anak untuk memperkaya perbendahaaraan kata-katanya.

Bermain pura-pura seperti role play juga dapat dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas anak. “Misalnya bermain masak-masakan, rumah-rumahan, dan permainan berpura-pura lainnya,” ujarnya lagi.

Secara umum, Catharine menyampaikan manfaat bermain untuk menstimulasi anak-anak pada masa tumbuh kembang terkait dengan meningkatkan keahlian mengolah pengalaman indrawi. 

“Kebutuhan aktivitas fisik yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang, otot, kesehatan jantung, pembuluh  darah, dan memperbaiki kualitas tidur juga dapat dipenuhi melalui bermain,” ucap Catharine.

Bermain juga harus dilakukan sesuai dengan usia anak. Untuk anak bayi, silakan mengajaknya bermain dengan berkenalan dengan lingkungan sekitar, mengajak berbicara, belajar menunjuk, melambai, memegang benda, dan bermain dengan mainan yang biasa dipakainya. Bermain di luar ruangan dapat dilakukan setidaknya 30 menit sehari.

“Untuk balita bisa diajari bermain untuk belajar berjalan, berlari, menanjak, turun, lompat, menggambar, dan bercerita,” ujarnya lagi. Pada usia ini, anak sebaiknya sering-sering diajak bercerita tentang aktivitas permainannya. Hal ini akan mengasah kemampuan berbicara dan bercerita.

Bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah, mereka bisa bermain dalam kelompok dengan teman-temannya. Pada usia ini aktivitas permainan bisa jadi menjadi lebih rumit, tetapi harus tetap aman. Anak-anak usia sekolah juga sebaiknya diarahkan untuk bermain yang terkait dengan olahraga dan seni. 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup