Stres Saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak Laki-laki Mandul

Para pria lebih mungkin mengalami masalah kesuburan jika ibu mereka pernah mengalami stres pada saat kehamilannya dulu. Hal ini diungkapkan dalam penelitian dari University of Western Australia baru-baru ini.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  14:51 WIB
Stres Saat Hamil Berisiko Lahirkan Anak Laki-laki Mandul
Ilustrasi - Digitaltrends

Bisnis.com, JAKARTA — Para pria lebih mungkin mengalami masalah kesuburan jika ibu mereka pernah mengalami stres pada saat kehamilannya dulu. Hal ini diungkapkan dalam penelitian dari University of Western Australia baru-baru ini.

Peneliti melakukan studi dengan mencari data tentang hormon reproduksi dan kualitas/kuantitas sperma pada 643 pria yang berusia 20 tahun.

Secara keseluruhan, sebanyak 407 pria atau 63 persen dari responden memiliki ibu yang pernah menjalani peristiwa kehidupan yang menyebabkan stres pada awal kehamilan, seperti kematian orang terdekat, perceraian, masalah rumah tangga, kehilangan pekerjaan, kesulitan finansial, dan problem lainnya.

Sebanyak 87 pria memiliki setidaknya memiliki tiga pengalaman hidup yang penuh tekanan di awal kehamilan.

Dibandingkan dengan pria yang memiliki ibu yang dulu hamil tanpa stres, pria yang ibunya dulu mengalami stres atau tekanan cenderung memiliki testosteron yang lebih rendah, sperma yang lebih rendah, dan sperma yang kurang mampu bergerak melalui saluran reproduksi wanita untuk mencapai telur.

“Kesehatan perempuan pada saat kehamilan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan anak setelah lahir, bahkan ketika tumbuh menjadi dewasa,” ujar Roger Hart, peneliti.

Itulah sebabnya bagi pasangan yang merencanakan untuk memiliki anak, waktu terbaik untuk mencoba untuk hamil adalah ketika pasangan perempuan dan pria sama sehatnya, secara fisik maupun mental.

Menurutnya, usia kehamilan 8-14 minggu merupakan periode kritis untuk perkembangan reproduksi pria, dan kemungkinan paparan stres selama periode ini dapat mengganggu proses perkembangan janin di kandungan.

Studi ini bukan eksperimen yang dirancang untuk membuktikan bagaimana stres yang dialami ibu selama kehamilan dapat secara langsung berdampak pada kesehatan reproduksi putra mereka beberapa dekade kemudian.

Para peneliti juga tidak melacak para lelaki itu untuk melihat siapa yang sudah menjadi ayah atau tidak.

Namun, hasilnya menambah bukti yang menunjukkan bahwa penting untuk mengelola stres selama kehamilan. Peristiwa hidup yang penuh tekanan dikaitkan dengan perubahan fisiologis, metabolisme, dan hormonal dalam tubuh.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hamil, stres, sperma

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top