Indonesia dan Brunei Darussalam Perkuat Kerja Sama Kesehatan

Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat meningkatkan kerja sama bidang kesehatan yang dicapai pada Pertemuan Pertama Joint Working Group on Health Cooperation yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada 9-10 Juli 2019.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  10:36 WIB
Indonesia dan Brunei Darussalam Perkuat Kerja Sama Kesehatan
Obat tradisional atau jamu. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat meningkatkan kerja sama bidang kesehatan yang dicapai pada Pertemuan Pertama Joint Working Group on Health Cooperation yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada 9-10 Juli 2019. 

Komitmen kedua negara dimuat dalam plan of action yang ditandatangani Ketua Delegasi Indonesia, Sekjen Kemenkes RI, drg Oscar Primadi, MPH dan Ketua Delegasi Brunei Darussalam, Permanent Secretary Awang Haji Abdul Manap Othman pada akhir pertemuan.

“Brunei Darussalam siap untuk mengimplementasikan kerja sama konkret bidang kesehatan dengan Indonesia pada berbagai program kerja sama yang disepakati,” jelas Othman.

Sekjen Kemenkes RI menyampaikan bahwa MoU sangat penting bagi Indonesia untuk mendukung upaya pembangunan Indonesia Sehat.

“Indonesia juga siap bekerja sama melaksanakan plan of action sebagai implementasi MoU dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujar Oscar dalam siaran persnya, Rabu (10/7/2019).

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Brunei Darussalam, Dr  Sujatmiko menyambut baik kesepakatan plan of action dengan berbagai program kegiatan kerja sama yang konkrit dan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang disepakati.

“Upaya Kementerian Kesehatan RI ini akan menjadi investasi penting dalam memperkuat dan meningkatkan kerja sama bilateral Indonesia-Brunei Darussalam di masa yang akan datang,” tegas Sujatmiko.

Dalam presentasi dan diskusi yang berlangsung hangat dan produktif, kedua delegasi menyepakati 7 program kerja sama yang dimuat dalam plan of action, meliputi:

1. Exchange of information on Public Health (Diseases Control, Environmental Health, Occupational Health, and Food Safety)

2. Exchange of information on Health Promotion

3. Exchange of information on Traditional Medicines, Medicinal Products and Health Technology Regulations

4. Exchange of information on Traditional, and Complementary Medicines (Practice)

5. Identify mutually agreed areas in the exchange of health and medical experts, and develop the exchange program

6. Internship Program for Health Professionals in specified specialties areas

7. Joint research and development in the area of Non-Communicable Diseases (NCD).

Selain itu, Kementerian Kesehatan RI juga berhasil mendorong kerja sama dalam pertukaran pelajar dan dosen antara Poltekkes Kemenkes dengan Universitas Brunei Darussalam.

Di sisi lain, Brunei Darussalam pun tertarik untuk melakukan studi banding mengenai Traditional and Complementary Medicine (TCM), serta jamu di Indonesia dan tertarik mendalami lebih lanjut keinginan Indonesia untuk ekspor produk farmasi dan alat kesehatan Indonesia ke Brunei Darussalam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, kemenkes, brunei darussalam

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top