Investor Mulai Lirik Startup Mahasiswa

Dewasa ini, banyak orang yang tertarik menjadi entrepreneur atau pengusaha.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Agustus 2019  |  10:10 WIB
Investor Mulai Lirik Startup Mahasiswa
Shandy Aditya bersama FE UNJ Entrepreneur Club. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dewasa ini, banyak orang yang tertarik menjadi entrepreneur atau pengusaha.

Tak hanya pegawai swasta atau pegawai negeri yang fokus berbisnis, anak muda setingkat mahasiswa juga mulai melirik bisnis sampingan. Selain nominal yang ditawarkan, entrepreneurship juga memiliki seni tersendiri yang bisa dinikmati orang-orang.

Mahasiswa lebih menggaungkan ide kreatifnya lewat entrepeneurship, sehingga saat ini sedang ramai sebuah model bisnis baru bernama cretivepreneur.

Menurut Shandy Aditya, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (FE UNJ), bahwa creativepreneurship sebenarnya adalah sebuah model startup yang mengedepankan pengembangan sebuah ide untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Ide tersebut sebelumnya belum ada, sehingga muncul sebuah gebrakan baru atau inovasi.

“Startup menurut saya adalah sebuah ide yang belum terpoles dan terbentuk, sehingga para pelakunya harus memahami bagaimana cara untuk memahami model bisnis, bagaimana caranya agar orang-orang menggunakan, dan titik tertinggi adalah mendapatkan funding, baru bisnis dapat berjalan,” jelasnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Dosen yang diamanahkan sebagai mentor di FE UNJ Entrepreneur Club ini memaparkan bahwa kebanyakan awam mengira bahwa startup adalah ketika model bisnis dijalankan secara online.

Namun, menurutnya, selain melalui daring, bukan hanya tentang pembuatan website atau sekedar pembuatan aplikasi, melainkan juga melibatkan Internet of Things (IoT), Internet of Service(IoS), dan target factory.

Managing Director Longboardina ini memaparkan bahwa kini masyarakat akan beradaptasi dengan zaman tidak hanya berkutat dengan model bisnis konvensional, karena saat ini segala platform mulai beralih ke model bisnis digital.

“Kampus merupakan ruang eksplorasi yang tidak terbatas dalam mengembangkan pengetahuan dan pengalaman, sehingga start up bagi mahasiswa adalah kesempatan dalam dua hal bila berhasil artinya mereka sukses, sebaliknya , jika belum maka artinya mereka sudah memenangkan sebuah pengalaman tak ternilai, sehingga tidak ada kata gagal bagi mereka karena setiap hasil adalah keuntungan,” ungkapnya.

Shandy meyakinkan bahwa perkembangan ide startup sangat baik untuk memberikan kepercayaan pada mahasiswa  untuk mengembangkan pola kreatifnya, sebelum nantinya mereka akan berkontribusis secara penuh dalam perkembangan ekonomi di masyarakat.

Investor saat ini sangat tertarik dengan ide-ide baru dari mahasiswa, karena ketika saya mendatangi berbagai investor mereka merasa bahwa sisi pola pikir mahasiswa adalah cara pandang kreatif yang berpotensi dalam model bisnis yang unik dan segar,” imbuhnya.

Owner The Jakarta Barbershop ini menjelaskan ada berbagai model investor, seperti investor yang hanya ingin uangnya kembali, ingin memiliki pertumbuhan dan arah bisnis yang jelas, investor yang philanthropy yang berfikir bagaimana uangnya dapat menyelesaikan masalah di dunia ini, tanpa memikirkan harus kembali, model Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), dan dana hibah.

“Ada keuntungan tersendiri mengulik mahasiswa sebagai seorang entrepreneur kreatif yang terdidik, salah satunya adalah mengenalkan mereka bagaimana menjalankan sebuah model bisnis. Saya percaya setelah lulus, dengan membawa bekal tersebut mereka memiliki ragam pilihan untuk mengembangkan karir atau menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasinya,” tambah Shandy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investor, mahasiswa, StartUp

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top