Pengamat Film: Gundala Sulit Lampaui Penonton Dilan 1991

"Film ini bukan film untuk semua orang meskipun dilabeli rate 13+. Gundala sepertinya cuma buat yang nunggu, mengikuti komiknya, dan tahu ke depannya akan gimana. Sementara Dilan, selain novelnya best seller, karakternya kuat dan drama remaja sedang jarang."
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  07:34 WIB
Pengamat Film: Gundala Sulit Lampaui Penonton Dilan 1991
Sosok Gundala - Instagram@fazameonk

Bisnis.com, JAKARTA - Film Gundala karya sutradara Joko Anwar disebut sebagai film Indonesia yang paling dinanti-nanti pada paruh kedua tahun ini. Pasalnya, film tersebut dinobatkan sebagai film patriot pertama di Indonesia yang digadang-gadang akan masuk dalam deretan film yang akan diputar di Toronto Film Festival.

Pengamat film, Ichsan dari channel youtube 'Mau Nonton' menuturkan, film ini berpotensi meraih box office dalam penanyangannya seminggu ke depan, melihat pilihan film Indonesia dan luar negeri yang tidak terlalu banyak

"Kalau dibandingkan dengan Twivortiare, kayanya nggak adil karena gaungnya nggak keras banget. Exit dan Weathering With You nggak tayang di XXI, sementara itu jaringan paling besar di Indonesia. Sekarang yang lagi tayang di XXI cuma Once Upon a Time in Hollywood yang pasarnya kurang di Indonesia, dan Ready or Not yang kayanya juga nggak," terangnya kepada Bisnis.com pada Rabu (28/8/2019). 

Namun ia mengatakan, film ini akan sulit mengalahkan film Indonesia terlaris tahun ini yakni Dilan 1991 yang mencetak angka 5,2 juta penonton domestik. Hal ini disampaikannya karena pasar penonton Gundala yang sangat mengerucut.

"Film ini bukan film untuk semua orang meskipun dilabeli rate 13+. Gundala sepertinya cuma buat yang nunggu, mengikuti komiknya, dan tahu ke depannya akan gimana. Sementara Dilan, selain novelnya best seller, karakternya kuat dan drama remaja memang sedang jarang," jelas Ichsan. 

Ia menambah, pemetaan penonton film Indonesia yang lebih menyenangi genre film komedi dan horor akan membuat film ini akan kesusahan bahkan untuk melampaui film horor karya Joko Anwar terdahulunya yang tergolong sukses, Pengabdi Setan, yang mencapai angka 4,2 juta penonton. 

"Apakah penonton Indonesia senang dengan genre humanis? Tidak. Mereka cuma pengen duduk nonton di bioskop, antara dihibur atau ditakut-takuti. Jarang film yang berat seperti ini justru dapat penonton," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film indonesia, joko anwar

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top