Hipertensi Saat Hamil Berisiko Gagal Ginjal

Perempuan hamil yang mengalami preeklamsia atau hipertensi dalam kehamilan memiliki risiko 5 kali lebih tinggi mengalami penyakit ginjal di kemudian hari. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Swedia.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 05 September 2019  |  16:17 WIB
Hipertensi Saat Hamil Berisiko Gagal Ginjal
Ibu hamil - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Perempuan hamil yang mengalami preeklamsia atau hipertensi dalam kehamilan memiliki risiko 5 kali lebih tinggi mengalami penyakit ginjal di kemudian hari. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Swedia.

Selama ini, preeklamsia juga berisiko meningkatkan penyakit jantung dan strok. Nah, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa hipertensi dalam kehamilan juga mungkin menjadi salah satu alasan mengapa perempuan juga lebih berisiko mengalami sakit ginjal.

Dalam penelitian ini, para peneliti memeriksa data 2,67 juta kelahiran di antara 1,37 juta perempuan selama 1982—2012. Total 67.273 perempuan (4,9%) yang mengalami preeklamsia selama satu kali kehamilan. Dan dari pemantauan peneliti, terdapat 410 perempuan mengalami penyakit ginjal bahkan gagal ginjal.

Perempuan yang memiliki preeklamsia dalam dua kehamilan ditemukan tujuh kali lebih mungkin mengalami penyakit ginjal di masa mendatang, dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak pernah mengalami preeklamsia.

Hubungan antara preeklamsia dan gagal ginjal dalam penelitian ini juga didukung oleh peneliti yang memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat berdampak pada kesehatan ibu seperti usia, pendidikan, dan masalah kesehatan pra-kehamilan seperti penyakit ginjal atau penyakit kardiovaskular.

Perempuan dengan preeklamsia yang terlibat dalam penelitian rata-rata lebih tua dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi. Perempuan yang mengalami preeklamsia pada kehamilan pertama mereka, 20,1% kelebihan berat badan dan 11,8% mengalami obesitas.

“Studi ini menunjukkan bahwa preeklamsia adalah faktor risiko spesifik gagal ginjal,” kata penulis utama studi Ali Khashan, peneliti dari University College Cork di Irlandia.

Akan tetapi, dia menegaskan bahwa tingkat risiko penyakit ginjal secara keseluruhan tetap kecil, sehingga perempuan dengan riwayat preeklampsia seharusnya tidak terlalu khawatir.

Tantangan dengan preeklampsia adalah perempuan sering tidak mengalami gejala sampai akhirnya ketahuan.

Penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah preeklampsia dapat menyebabkan gagal ginjal di kemudian hari. Ada kemungkinan bahwa faktor-faktor risiko seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes berkontribusi terhadap preeklampsia dan gagal ginjal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hamil

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top