Sudah Untung, tapi Mengapa Kenaikan Jumlah Penonton Gundala Lambat?

“Nanya dong. Kenapa belum nonton Gundala?”
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 September 2019  |  15:12 WIB
Sudah Untung, tapi Mengapa Kenaikan Jumlah Penonton Gundala Lambat?
Sosok Gundala - Instagram@fazameonk

Bisnis.com, JAKARTA – “Nanya dong. Kenapa belum nonton Gundala?”

Demikian cuitan sutradara Joko Anwar, Selasa (17/9/2019), siang yang direspons beragam oleh banyak warganet, mulai dari candaan hingga serius.

“Nunggu di SCTV pas tahun baru,” ujar akun @rasyourbae1.

“DI BANDA ACEH GA ADA BIOSKOP DAN SAYA TERLALU MISSQUEEN UNTUK PERGI KE MEDAN,” tulis akun @putraphoen.

“Temen saya bgsd semua diajakin pd mager, pcr ga punya. Yaudah nunggu tayang di Netflix,” tulis akun @danasap_.

Gundala Sudah Untung

Dikutip dari filmindonesia.or.id pada Rabu (18/9/2019), film yang diketahui bermodalkan Rp50 miliar ini sudah meraih total 1.623.629 penonton menjelang tiga minggu penayangannya di bioskop dengan pendapatan kotor yang jika diasumsikan satu tiket bioskop rata-rata adalah Rp35.000 adalah Rp56,8 miliar.

Ditemui di kesempatan yang berbeda saat rilis trailer film Perempuan Tanah Jahanam yang akan rilis Oktober mendatang, Joko Anwar sendiri mengakui film Gundala sudah untung.

“Sudah untung. Pokoknya sudah untung!” seru Joko Anwar.

Berbicara pada kepada Bisnis.com pada Rabu (18/9/2019), pengamat film Ichsan dari channel youtube Mau Nonton sendiri mengakui kalau promosi film Gundala masih terasa masif di beberapa lini media sosial.

“Promo filmnya masih kencang karena ada faktor Joko Anwar-nya dan promote-nya masif dalam dua tiga hari pertama,” ungkap Ichsan.

 ‘Word of Mouth’

Ichsan menyebut salah satu faktor yang membuat film Gundala lambat mengalami kenaikan angka penonton pada pekan ketiganya di bioskop adalah review yang tidak terlalu bagus dari para pencinta film.

“Kalau dibilang ada promosi dengan embel-embel penayangan di Toronto International Film Festival (TIFF), itu tidak terlalu berpengaruh. Berbeda dengan The Raid yang memang sudah hype di luar dulu baru masuk bioskop Indonesia. Kalau Gundala, peran ‘word of mouth’ ini sangat berpengaruh,” ungkapnya.

“Orang kan nanya sama yang sudah nonton, ‘bagus nggak?’, orang pada bilang 'biasa aja'. Kalau ada yang bilang bagus banget, ya itu pasukannya Joko Anwar pasti,” terangnya.

Hal ini juga diakui oleh Camelia, seorang penggemar film yang belum memiliki niat untuk menonton film Gundala.

 “Review-nya nggak bagus, banyak yang bilang agak berat. Jadi memutuskan untuk nggak nonton. Masih banyak kok film yang bagus kaya It: Chapter Two yang lebih bikin penasaran,” tutup Camelia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, joko anwar

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top