Alodokter Terima Kucuran Dana US$33 Juta

Alodokter, aplikasi kesehatan dalam jaringan, menerima investasi seri C senilai US$33 juta yang diberikan oleh Sequis Life dan partisipasi dari Philips, Heritas Capital, Hera Capital, dan Dayli Partners.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  02:55 WIB
Alodokter Terima Kucuran Dana US$33 Juta
Kantor Alodokter - Bisnis.com/Dionisio Damara

Bisnis.com, JAKARTA - Alodokter, aplikasi kesehatan dalam jaringan, menerima investasi seri C senilai US$33 juta yang diberikan oleh Sequis Life dan partisipasi dari Philips, Heritas Capital, Hera Capital, dan Dayli Partners.

Sementara investor yang sudah ada seperti Softbank Ventures Asia dan Golden Gate Ventures masih turut berpartisipasi dalam pendanaan seri ini.

CEO Alodokter Nathanael Faibis mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan kerja sama dengan rumah sakit serta pengembangan layanan asuransi termutakhir. Adapun pada 2018, Alodokter juga telah meluncurkan asuransi kesehatan bernama Proteksi Alodokter.

"Melalaui asuransi tersebut, pemegang polis dapat berlangganan, membayar, dan melakukan proses klaim langsung melalui aplikasi. Mereka juga dapat mengakses serangkaian fitur premium, seperti konsultasi unlimited dengan dokter spesialis dan layanan rumah sakit terbaik," ujarnya dikutip dari siaran resmi di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Di sisi lain, lanjutnya, sistem kesehatan Indonesia mengalami perkembangan signifikan selama 10 tahun terakhir dan lebih terbuka terhadap inovasi digital. Hal itu membuat Alodokter mengalami perkembangan pesat semenjak diluncurkan dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulannya.

Sementara itu, CEO Sequis Life Tatang Wijaya menyampaikan bahwa terlepas dari jumlah pengguna yang besar, visi Alodokter yang jelas dan kuat dalam memberikan keakuratan medis di setiap layanan, menjadi alasan mengapa pihaknya mau berinvestasi.

"Kami akan selangkah lebih dekat untuk mewujudkan tujuan kami dalam menciptakan teknologi dan metode terbaru, serta meraih segmen pasar dan pelanggan Indonesia yang belum terjangkau," kata Tatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dokter

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top