Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diet Sehat Tingkatkan Jumlah dan Kualitas Sperma

Pria muda yang makan makanan sehat memiliki kualitas sperma yang lebih baik daripada pria yang terlalu banyak mengonsumsi makan junk food. Hal ini diungkap dalam sebuah penelitian di Emory University, Atlanta.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  02:26 WIB
 Diet Sehat Tingkatkan Jumlah dan Kualitas Sperma
Diet - boldsky.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Pria muda yang makan makanan sehat memiliki kualitas sperma yang lebih baik daripada pria yang terlalu banyak mengonsumsi makan junk food. Hal ini diungkap dalam sebuah penelitian di Emory University, Atlanta.

American Heart Association merekomendasikan diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) atau diet gaya Mediterania untuk membantu mencegah penyakit kardiovaskular.

Kedua diet menekankan untuk mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak nabati, makan kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, biji-bijian, ikan dan unggas, dan membatasi daging merah, gula, dan garam.

Dalam studi terhadap 209 mahasiswa pria, usia 18 hingga 23 tahun, pria muda cenderung mengikuti diet DASH ternyata memiliki jumlah sperma 65% lebih tinggi daripada mereka yang kebiasaan makannya lebih sembarangan.

Pola makan yang lebih dekat dengan diet DASH juga dikaitkan dengan 74% lebih tinggi dalam hal jumlah sperma yang bergerak, dan 31% lebih banyak sperma dengan ukuran dan bentuk normal. Jenis sperma yang berkualitas seperti ini yang paling memungkinkan untuk membuahi sel telur.

"Bahkan pada pria muda yang sehat dengan kualitas air mani yang baik bisa terjadi karena diet yang lebih sehat, " kata Audrey Gaskins, seorang peneliti di Rollins School of Public Health di Emory University di Atlanta.

Akan tetapi, studi ini tidak dapat membuktikan mengapa diet berdampak pada kualitas sperma pada pria muda.

"Temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasi karena berbagai keterbatasan seperti ukuran sampel yang kecil, dan sukarelawan yang sehat, dan penelitian harus diperluas ke populasi lain," kata Muhammad Imran Omar, seorang peneliti di University of Aberdeen di Inggris.

Namun, dia mengatakan bahwa ada bukti ilmiah yang merekomendasikan bahwa  buah-buahan, sayuran, dan makanan rendah lemak penting untuk gaya hidup sehat dan kesehatan reproduksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diet
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top