Kim Jiyoung, Born 1982: Sebuah Gambaran Realistik Jadi Perempuan

Kim Jiyoung, Born 1982 menjadi pilihan film Korea yang ciamik menutup tahun 2019. Diangkat dari novel best seller karya Cho Namju, film ini kembali dibintangi pemain film korea kelas A seperti Gongyoo (Jeong Daehyeon) dan Jung Yumi (Kim Jiyoung).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 November 2019  |  12:00 WIB
Kim Jiyoung, Born 1982: Sebuah Gambaran Realistik Jadi Perempuan
Cover Poster Kim Jiyoung, Born 1982 / Bombaram Film

Bisnis.com, JAKARTA - Kim Jiyoung, Born 1982 menjadi pilihan film Korea yang ciamik menutup tahun 2019. Diangkat dari novel best seller karya Cho Namju, film ini kembali dibintangi pemain film korea kelas A seperti Gongyoo (Jeong Daehyeon) dan Jung Yumi (Kim Jiyoung).  

Kim Jiyoung diceritakan adalah seorang ibu dan istri berusia 30 tahun yang karena stres dengan kehidupan sehari-harinya memiliki masalah gangguan mental ditambah dengan perilaku seksisme dan patriarki di lingkungan sekitarnya.

Meskipun menikah dengan pria yang ia cintai dan membesarkan putri kecilnya, Kim Jiyoung tahu ia mengorbankan banyak hal untuk menjadi ibu rumah tangga. 

Percaya kalau dirinya baik-baik saja, suami Kim Jiyoung, Jeong Daehyeon sadar kalau istrinya tersebut berubah menjadi orang lain sehingga ia disarankan untuk menerima perawatan kejiwaan. 

Film ini menjadi kontroversial di Korea karena mengundang kubu anti feminisme angkat suara. Sama seperti negara-negara dengan budaya ketimuran yang masih melekat, satire pria selalu ada di atas benar-benar tergambar secara realistik dalam film ini. 

Akting Jung Yumi sebagai Kim Jiyoung juga perlu diacungi jempol karena selain mampu menggambarkan keseharian ibu rumah tangga pada umumnya, raut wajah dan penampilannya mampu membius penontonnya merasakan empatinya yang mendalam. 

Selanjutnya, film ini juga menampilkan beberapa isu sensitif seperti pelecehan seksual di tempat kerja yang dinarasikan dalam plot yang menarik. Sehingga, pada akhirnya film ini menyajikan sebuah realita gambaran dua sisi wanita yang sudah berkeluarga yakni menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir. 

Klimaks dari cerita tentu saja dapat ditarik di pertengahan hingga akhir cerita dengan alur cerita yang kurang lebih dapat dipahami dengan mudah oleh penontonnya. 

Sama seperti film korea pada umumnya, tidak ada yang begitu menarik dari angle pengambilan gambar, namun film ini bisa berbicara meski tanpa dialog panjang. 

Dikutip dari Naver, film ini menjadi box office ketiga di Korea setelah Black Money dan The Divine Move 2 dengan tingkat kepuasan penonton mencapai 92 persen. 

Sudah ditonton lebih dari 3,3 juta orang di Korea dalam penayangan selama 22 hari, film ini akan segera rilis di retail bioskop Cinemaxx dan CGV mulai 20 November mendatang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
k-pop, film korea

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top