Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Deretan Selebritas yang 'Tersangkut' Tren Es Kopi Susu pada 2019

Bisnis kedai kopi terus menjamur di Indonesia, seiring dengan budaya minum kopi yang makin berkembang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Desember 2019  |  10:58 WIB
Raline Shah membuat kopi di kedai kopi miliknya, Kisaku, di Jakarta. - Istimewa
Raline Shah membuat kopi di kedai kopi miliknya, Kisaku, di Jakarta. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Tak bisa disangkal jika bisnis kedai kopi di Indonesia berkembang dengan cepat. Bukan hanya dinikmati kota-kota besar, tapi kehadirannya pun sudah menjamur di kota-kota kecil.

Hasil riset perusahaan penyedia mesin dan bahan-bahan pembuatan kopi Indonesia, PT Toffin Indonesia, menyebutkan jumlah gerai kopi di Indonesia sudah menembus 2.937 buah per Agustus 2019. Angka ini naik hampir 3 kali lipat dibandingkan Agustus 2016, yang masih sekitar 1.083 kedai.

Menurut riset Toffin, seperti dilansir Antara, Sabtu (21/12/2019), bisnis kopi susu siap minum masih akan mendapatkan keuntungan pada tahun depan. Meningkatnya daya beli konsumen seiring tumbuhnya kelas menengah serta dominasi anak muda, yang senang ngopi sambil nongkrong, disebut menjadi faktor penting.

Meningkatnya jumlah kedai kopi berjalan beriringan dengan pertumbuhan konsumsi kopi domestik. Mengacu kepada data Global Agricultural Information Network, konsumsi kopi Indonesia diproyeksi meningkat menjadi 294.000 ton pada 2019/2020 atau 13,9 persen lebih tinggi dari konsumsi pada 2018/2019, yang sebesar 258.000 ton.

Euromonitor juga mencatat adanya lonjakan penjualan kopi susu kekinian, yang masuk kategori ready-to-drink fresh coffee, dari 50 juta liter pada 2013, menjadi 120 juta liter pada tahun lalu.

Potensi dari tren kopi susu kekinian turut dilirik oleh para selebritas nasional. Siapa saja mereka? Berikut beberapa di antaranya:

1. "Kisaku" Raline Shah
Kedai kopi ini didirikan aktris dan model Raline Shah bersama adik dan tiga rekannya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Raline menerangkan "Kisaku" memiliki makna bersahabat, tulus, ramah, dan hangat.

"Semua elemen itu kami masukkan ke desain visual. Kami buat tempat senyaman mungkin," ujarnya.

Kopi yang disediakan merupakan perpaduan biji kopi Gayo Aceh dan Flores. Kopi tersedia dalam kondisi hangat dan dingin dengan kisaran harga mulai dari Rp25.000-Rp40.000.

Menariknya, ada pilihan susu yang terbuat dari gandum sehingga cocok bagi para pegiat diet vegan.

2. "Kokali" Raffi Ahmad
Es kopi Kokali, yang merupakan singkatan dari Kopi Kaki Lima, dibuka oleh Raffi Ahmad lewat RANS Entertainment bersama ACR Corp.

Walaupun namanya mengandung embel-embel kaki lima, tapi gerai Kokali tak berbentuk warung kaki lima. Pemiliknya mendesain kedai kopi ini dengan gaya minimalis di Lippo Mall Puri, Jakarta.

Kopi Kokali./Istimewa

"Kaki lima kesannya merakyat, mudah dicari dan didapatkan, sampai sekarang banyak yang suka kaki lima. Nama memang kaki lima, tapi ketika lihat ke store terlihat nyaman dan eye catching," papar Raffi.

Dia menuturkan Indonesia merupakan negara penghasil kopi bermutu, sehingga dirinya ingin memperkenalkan kopi ke semua kalangan. Pasalnya, menurut Raffi, selama ini banyak orang yang menilai kopi bermutu sebagai minuman mahal.

Kokali menawarkan kopi di kisaran harga Rp15.000-Rp32.000, sehingga diharapkan cukup terjangkau. Kopi yang digunakan diambil langsung dari petani di perkebunan Pacet dan Puntang di Jawa Barat.

Raffi cukup ambisius karena berniat membuka lebih dari 200 gerai hingga tahun depan. Hingga akhir 2019 saja, ditargetkan ada 20 gerai Kokali di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

3. "Ternakopi" Kaesang Pangarep
Sukses berbisnis nugget pisang bernama "Sang Pisang", Kaesang Pangarep merambah dunia bisnis minuman kopi.

"Ternakopi by Kaesang" hanya menawarkan menu cold brew karena dianggap lebih enak serta lebih praktis. Secara keseluruhan, ada 10 varian yang disediakan, yakni rasa original, kopi gula jawa, kopi vanila, kopi avocado, kopi karamel, kopi hazelnut, kopi mint, kopi green tea, kopi taro, dan kopi cokelat.

Kopi Ternakopi by Kaesang./Istimewa

"Kalau cold brew kan bisa dinikmati lebih lama, bisa disimpan untuk dikonsumsi sampai besok. Selain itu, cold brew lebih aman untuk lambung," jelas Kaesang.

Harga kopinya tergolong terjangkau, yakni Rp20.000.

4. "Ko&thol" Lucinta Luna
Sesuai dengan sosoknya yang kontroversial, nama kedai kopi Lucinta Luna pun tak kalah sensasional. Dibuka pada September 2019, dia memperkenalkan kopi susu Ko&thol yang merupakan kopi rasa menthol.

Kopi Ko&thol./Istimewa

Beberapa menu yang disediakan adalah Kopi Mokondo, merupakan kependekan dari Modal Kopinya Doang, yang dibanderol di harga Rp15.000, serta kopi brown sugar yang dihargai Rp20.000.

5. "Stuja Coffee" Ayudia Bing Slamet dan Ditto
Kedai kopi ini berkonsep ramah lingkungan, sehingga konsumen akan disuguhi kopi dalam botol kaca alih-alih gelas plastik seperti yang umumnya dilakukan. Kantong khusus untuk pesan antar juga menggantikan kantong plastik.

Kopi dari Stuja Coffee./Istimewa

Kopi yang ditawarkan di Stuja Coffee cukup beragam, mulai dari es kopi susu bumi ukuran kecil yang dihargai Rp25.000 hingga kopi karamel blender seharga Rp48.000.

6. "Kopi Bu Cetar" Syahrini
Syahrini pun tak mau ketinggalan tren kedai kopi susu kekinian.

Baru-baru ini, dia membuka bisnis rumah makan khas Sunda yang dipersembahkan bagi sang ibu Wati Nurhayati. Menu rumah makannya turut dilengkapi oleh kopi susu kekinian, yang diberi nama Kopi Bu Cetar.

Menyajikan varian klasik hazelnut hingga kopi kelapa, Kopi Bu Cetar dibanderol dengan harga Rp20.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi kedai kopi

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top