Ini Alasan Anda Butuh Asuransi Kesehatan

Laurentius Aswin Pramono, internis yang mendalami epidemiologi klinis, menyebut kesehatan dewasa ini makin nyata dan sangat mengancam, sehingga masyarakat harus selalu siap dan waspada.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  08:23 WIB
Ini Alasan Anda Butuh Asuransi Kesehatan
Ilustrasi - thisisaustralia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Laurentius Aswin Pramono, internis yang mendalami epidemiologi klinis, menyebut kesehatan dewasa ini makin nyata dan sangat mengancam, sehingga masyarakat harus selalu siap dan waspada.

Secara global, World Health Organization (WHO) mengategorikan permasalahan kesehatan hingga mencapai 68.000 jenis.

"Indonesia pun tak lepas dari bahaya kesehatan dan kita harus terus siaga terhadap kemunculan penyakit-penyakit baru. Para ahli memperkirakan lima penyakit baru pada manusia muncul tiap tahun, tiga di antaranya bersumber dari binatang," ujarnya dikutip dari siaran pers Prudential yang diterima Bisnis.com, Senin (13/1/2020).

Laurentius juga mengingatkan penyakit kritis dapat menyerang siapa saja, dan sebaiknya masyarakat tidak terpaku menghindari hanya suatu penyakit tertentu.

Berbagai permasalahan kesehatan, menurutnya, dapat terus bertambah akibat banyak faktor, seperti gaya hidup, globalisasi hingga perubahan iklim.

Masyarakat perlu mengantisipasi ancaman penyakit kritis ini dengan mengubah gaya hidup mereka dan lebih menyadari ‘mahalnya’ kesehatan karena penyakit kritis dapat berimplikasi pada aspek psikologis, sosial hingga finansial yang dapat menggoyahkan stabilitas ekonomi dan masa depan keluarga.

Penyakit kritis tidak hanya menimbulkan beban keuangan berupa biaya rumah sakit, namun juga biaya hidup.

"Sebagai contoh, suatu penelitian menyebut 83 persen pasien multidrug-resistant tuberculosis dari berbagai pusat kesehatan di Indonesia mengalami dampak katastropik terhadap keuangan rumah tangga akibat penyakitnya. Dalam rentang waktu enam bulan setelah didiagnosis, 86 persen kehilangan pendapatan, 32 persen harus meminjam uang dan 18 persen dari mereka mengakui menjual properti untuk menutupi pengeluaran," jelasnya.

Karena itu, memiliki asuransi kesehatan untuk kondisi kritis dianggap perlu untuk melindungi kesehatan dan finansial masyarakat secara menyeluruh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi kesehatan, who

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top