Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Pneumonia yang Beredar belum Mampu Tangkal Coronavirus Wuhan

Vaksin pneumonia yang umum beredar hingga saat ini belum bisa memproteksi dari coronavirus yang berasal dari Wuhan, China.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 19 Januari 2020  |  17:50 WIB
Vaksin Pneumonia yang Beredar belum Mampu Tangkal Coronavirus Wuhan
Penampakan Coronavirus di bawah lensa mikroskop. - DPA

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin pneumonia yang umum beredar hingga saat ini belum bisa memproteksi dari coronavirus yang berasal dari Wuhan, China. 

Hal ini dipertegas lagi oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto saat dimintai keterangannya beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya ini harus disampaikan bahwa vaksin (pneumonia) yang ada, adalah vaksin yang belum bisa memproteksi terhadap kuman yang saat ini berasal dari Wuhan, karena vaksin yang beredar hanya memproteksi kuman tertentu, tidak jenis lain," ujar Agus. 

Diingatkan kepada masyarakat untuk tidak termakan berita bohong dengan segera menindaklanjuti penyeberan virus ini dengan melakukan vaksin pneumonia karena jenisnya yang berbeda dengan penyakit yang sudah menjadi wabah di tempat asalnya kini. 

"Boleh saja (vaksin pneumonia), tetapi hanya memproteksi yang sesuai dalam kemasan obatnya. Misal untuk pneumokokus, ya hanya untuk itu saja, tidak untuk yang lain. Satu jenis vaksin pneumokokus itu tidak bisa memproteksi semua jenis pnemokokus, karena pneumokokus banyak," sambungnya. 

Otoritas kesehatan China hingga Minggu (19/1/2020) melaporkan sudah terdapat 62 kasus infeksi coronavirus ini, yang mana 2 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. 

Sehingga, Agus menuturkan saat ini penting sekali dilakukan pencegahan dalam artian imbauan kepada masyarakat yang bepergian ke China untuk mengenali gejalanya dan bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan. 

"Yang terpenting itu pencegahan terhadap timbulnya penyakit itu di tempat lain. Makanya seluruh kasus dicatat, dan orang-orang yang dari wilayah tersebut itu benar-benar dilakukan pengawasan. Masuk suatu negara dilakukan screening apakah ada penyakit tersebut," tutur Agus. 

Karena rumah sakit dan angkutan umum termasuk dalam tempat yang paling berisiko penyebaran penyakit ini, Agus mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan rajin menyuci tangan.

"Kalau imunitas turun mudah infeksi apalagi jika melakukan perjalanan keluar negeri. Untuk mencegahnya penting untuk cuci tangan. Di daerah bersiko tangan benar-benar dibersihkan, karena tangan kita itu tempat penyaluran kuman," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pneumonia
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top