Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Coronavirus Wuhan Belum Terdeteksi di Bandara Soekarno Hatta

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno Hatta Anas Ma'aruf menyatakan hingga saat ini belum ada terduga kasus coronovirus terdeteksi di Indonesia.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  13:50 WIB
Seorang wanita mengenakan masker berjalan melewati papan pemberitahuan karantina tentang wabah virus corona di Wuhan, China di ruang kedatangan Bandara Haneda di Tokyo, Jepang, 20 Januari 2020. -  REUTERS / Kim Kyung/Hoon
Seorang wanita mengenakan masker berjalan melewati papan pemberitahuan karantina tentang wabah virus corona di Wuhan, China di ruang kedatangan Bandara Haneda di Tokyo, Jepang, 20 Januari 2020. - REUTERS / Kim Kyung/Hoon

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma'aruf menyatakan hingga saat ini belum ada terduga kasus coronovirus terdeteksi di Indonesia. 

"Sampai saat ini belum ditemukan kasus terduga atau suspek pada penumpang atau kru pesawat dari China yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta," ujar Anas saat dihubungi oleh Bisnis.com pada Rabu (22/1/2020). 

Karena penyebaran virus ini yang sangat masif, Kementerian Kesehatan dalam mengirim surat edaran ke 135 Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia, baik jalur keluar masuk lewat udara, laut dan darat.

"Semua penerbangan dari China, dilakukan peningkatan pengawasan," tegas Anas. 

Dalam upaya mendeteksi infeksi  virus corona yang sudah menyebar hingga ke Amerika Serikat ini, lanjut Anas, pihak petugas KKP diwajibkan untuk memperbaharui informasi. 

Salah satu gejala dari penyakit mematikan ini adalah suhu badan yang tinggi, seluruh penumpang dan kru pesawat yang memiliki suhu badan di atas 38 derajat Celsius akan mudah terdeteksi lewat thermal scanner. 

Penumpang atau kru pesawat yang memiliki gejala yang hampir sama dengan coronavirus nantinya akan diberikan health alert card atau kartu kuning, yang dalam keterangannya harus melapor dalam jangka waktu 2 minggu jika terdapat keluhan.

Anas juga mengingatkan selain menerapkan perilaku hidup sehat, warga Indonesia yang berpergian ke China disarankan untuk sementara tidak mengunjungi tempat-tempat berisiko tinggi  penularan penyakit ini.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kesehatan virus corona
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top