Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tingkatkan Rasa Percaya Diri dengan Zumba

Rasa percaya diri yang rendah bukanlah suatu gangguan mental, namun ada hubungan yang jelas antara apa yang kita rasakan tentang diri kita sendiri dengan kesehatan mental dan emosional kita secara keseluruhan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  14:09 WIB
Tari zumba - Istimewa
Tari zumba - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rasa percaya diri yang rendah bukanlah suatu gangguan mental, namun ada hubungan yang jelas antara apa yang kita rasakan tentang diri kita sendiri dengan kesehatan mental dan emosional kita secara keseluruhan.

Citra tubuh, pengalaman pribadi, atau sebuah tragedi dalam hidup seringkali saling terkait dan memengaruhi harga diri kita, dan jika tidak dikendalikan, dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental kita.

Data dari Global Health Data Exchange Survey 2017 bahkan menunjukkan bahwa sebanyak 27,3 juta orang di Indonesia mengalami gangguan mental, dengan 8,4 juta di antaranya mengalami gangguan kecemasan dan yang lainnya mengalami depresi hingga gangguan perilaku.

Carmel Riyadhni, S.Psi, Psikolog sekaligus Pendiri Rumah Dandelion, membenarkan bahwa latihan kebugaran dalam sebuah grup seperti kelas dance-fitness Zumba bermanfaat dalam mengelola tingkat kesehatan mental yang sehat.

“Harga diri dimulai dari pikiran dan dapat mengubah cara Anda memahami nilai diri sendiri, dan hal itu membutuhkan upaya pada diri sendiri untuk mengelola tingkat kesejahteraan mental yang sehat. Penting untuk menjadi disiplin dalam menjaga latihan mental dan fisik, serta menyeimbangkan kehidupan pribadi dan sosial.” ujarnya dikutip dari siaran persnya.

“Mungkin tidak bisa memulihkan secara cepat, tetapi Zumba memberikan pengalaman berharga bagi mereka yang memiliki kecemasan atau gangguan perilaku. Selain itu, sebagai aktivitas sosial kelompok, latihan ini membantu melepaskan lebih banyak endorfin, meningkatkan kadar serotonin, dan menghasilkan oksitosin, yang merupakan hormon pereda nyeri dan penambah rasa gembira,” kata Carmel.

Sebuah penelitian dari McGill University di Montreal, Quebec, Kanada, juga menelaah bahwa mendengarkan musik memengaruhi suasana hati kita karena dopamin, senyawa kimia yang mengirimkan sinyal dari tubuh ke otak.

“Keseimbangan dopamin yang tepat sangat penting untuk kesejahteraan fisik dan mental. Dopamin berperan dalam mengendalikan gerakan yang dilakukan seseorang, serta respons emosionalnya. Dalam sebuah musik ada ritme dan tempo, dan merupakan respons tubuh kita secara alami untuk menyelaraskan diri dengan musik, apakah itu berupa goyangan ringan atau gerakan tubuh secara keseluruhan, "tambah Carmel.

Menurut Zumba® Education Specialist Education (ZES) Popy Zahari Poza, setelah siswa baru mengatasi rasa malu mereka dan mulai bergerak bebas mengikuti ritme, kita dapat melihat bagaimana ekspresi wajah mereka berubah dari gugup menjadi senyum penuh dan bahkan tawa; dan itu yang ingin dilihat instruktur di akhir setiap kelas.

"Transformasi tubuh akan terjadi selama mereka tetap disiplin, namun pancaran kegembiraan itulah yang memotivasi kami untuk mengajar kelas Zumba.” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

zumba dance
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top