Apakah Bayi Bisa Mengonsumsi Mecin?

Produsen penyedap rasa atau mecin semakin berani mempromosikan produknya, sejalan dengan kesukaan anak muda masa kini.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  16:03 WIB
Apakah Bayi Bisa Mengonsumsi Mecin?
Pindang ikan Palembang, salah satu kuliner Palembang yang terkenal selain pempek. - Bisnis/Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Bisnis.com, JAKARTA -- Generasi micin, istilah ini belakangan menjadi viral kembali ketika sejumlah baliho besar terpasang di jalan.

Baliho berwana merah bergambar bungkus MSG yang lazim dilihat di toko swalayan atau warung kelontong itu berisi pesan yang cukup menarik pandangan mata.

"MSG terbuat dari tetes tebu pilihan yang aman untuk dikonsumsi setiap hari selama tidak dimakan dengan bungkusnya," bunyi pesan di baliho itu dibubuhi si pemberi pesan yang bisa dibilang nyeleneh, "MICIN SWAG GENERATION #WeAreSMG," tulis di bagian akhir baliho tersebut.

Ternyata PT Sasa Inti adalah si "Mpu-nya" baliho tersebut. Sebagai perusahaan penjual produk-produk yang sifatnya cepat habis (Fast Moving Consumer Goods/FMCG), PT. Sasa Inti ingin menegaskan bahwa monosodium glutamate atau MSG aman untuk dikonsumsi.

"Sengaja kita bikin, orang jadu nanya, cari tahu. Kami ingin kasih tau mereka dengan cara unik. Makanya ditulis penggunaan ini aman asal tidak dengan bungkusnya," ujar GM Marketing PT Sasa Inti, Labert Dinata saat ditemui dalam Konferensi Pers Penggunaan Bumbu Penyedap Rasa Tidak Membahayakan di bilangan Gunawarman, Jakarta, Rabu (5/1/2020).

MSG merupakan penyedap rasa alami yang diperoleh dari hasil pengolahan rumput Iaut dan kini dengan berkembangnya teknologi, MSG dibuat dari proses fermentasi tepung yang pengolahannya mirip seperti membuat cuka, minuman anggur (wine) ataupun yoghurt.

Secara kimia, MSG berbentuk seperti bubuk Crystalline berwarna putih yang terkandung atas 78% asam glutamat dan 22% sodium dan air. Asam glutamat yang terkandung dalam MSG tidak memiliki perbedaan dengan asam glutamat yang terkandung dalam tubuh manusia dan dalam bahan-bahan makanan alami seperti keju, ekstrak kacang kedelai dan tomat.

Glutamat sendiri memiliki fungsi sebagai penghubung otak ke seluruh jaringan syaraf dan pengendali fungsi tubuh.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Nurpudji A. Taslim, mengatakan MSG menghasilkan rasa gurih yang disebut rasa "umami" atau rasa kelima setelah rasa manis, asin, pahit dan asam. Rasa gurih ini merangsang peningkatan nafsu makan seseorang.

Dari hasil penelitian, MSG aman untuk dikonsumsi bahkan oleh bayi sekalipun namun dengan dosis yang tepat atau tidak berlebihan. "Di MSG ada kandungan natrium. Konsumsi yang ada 10 miligram per kilogram berat badan. Misal berat badan 60 kilogram, kita hanya bisa konsumsi 6 gram saja atau cukup 1 sendok teh/hari," jelasnya.

Bagaimana jika konsumsinya berlebihan? Pudji mengatakan makan apapun yang berlebihan tentu berisiko terhadap penyakit, tak terkecuali MSG. Kandungan natrium dalam MSG 5 kali lebih besar dari garam dapur.

Andai konsumsi berlebihan, bisa saja menyebabkan hipertensi dan akan memberatkan kerja jantung. "Makanya dikatakan penggunaan yang bijak sangat tergantung," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri penyedap rasa

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top