Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Melahirkan Caesar, Perhatikan Risiko Bagi Ibu Hamil

Melahirkan dengan cara bedah caesar adalah pilihan bagi perempuan. Melahirkan normal dan caesar masing-masing risiko yang harus diketahui ibu hamil.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  18:54 WIB
Minuman untuk ibu hamil. - Istimewa
Minuman untuk ibu hamil. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Persalinan atau kelahiran merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh wanita yang sedang mengandung. Dalam melahirkan, terdapat dua cara yang bisa ditempuh, yakni persalinan normal dan bedah caesar.

Tidak jarang calon ibu memilih untuk melahirkan dengan cara bedah caesar dibandingkan dengan persalinan normal dengan berbagai alasan seperti ingin bayi lahir di tanggal tertentu atau karena takut.

Aesthetic Gynaecologist Dinda Derdameisya mengatakan ibu hamil sebenarnya tidak dihadapkan pada pilihan normal atau bedah caesar.

Menurutnya, semua ibu hamil direncanakan persalinannya secara normal kecuali terdapat kontraindikasi atau sesuatu yang membahayakan bagi ibu atau bayinya.

“Semua kehamilan pasti direncanakan untuk persalinan normal kecuali, misalnya, kondisi bayi sungsang atau ari-arinya nutup di bawah, atau ibunya ada penyakit seperti jantung,” katanya kepada Bisnis, pada Selasa (11/2/2020).

Dia menjelaskan ibu hamil yang ingin melahirkan dengan bedah caesar karena alasan tertentu itu merupakan suatu pilihan, dan tidak apa-apa jika sudah mengetahui risikonya.

Namun, dari sisi kedokteran tetap persalinan secara normal jika tidak ada kontraindikasi mengingat lebih minim risiko dibandingkan dengan persalinan bedah caesar.

Risiko-risiko yang terdapat pada persalinan bedah caesar adalah risiko-risiko pembedahan dan pembiusan. Risiko pembedahan, lanjutnya bermacam-macam seperti risiko infeksi, cedera organ lain, pendarahan, dan sebagainya.

Sementara risiko persalinan secara normal seperti robekan jalan lahir, ambeien karena harus ngeden terlalu kencang akibat bayi terlalu besar, pelemahan otot panggul, dan sebagainya. Risiko-risiko tersebut, lanjutnya lebih ringan dibandingkan dengan risiko cedera organ dalam atau infeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

melahirkan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top