Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amerika Prediksi Virus Corona Bakal Bertahan Sepanjang 2020

Amerika memprediksi virus corona akan menghantui dunia sepanjang 2020. Kesimpulan itu bertolak belakang dengan prediksi China. Kesimpulan Amerika berdasarkan tidak terbukanya China hingga minimnya info soal virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  13:13 WIB
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA - Sikap berbeda ditunjukkan antara Amerika Serikat dengan China terkait wabah virus corona (covid-19). Sebelumnya, China memprediksi wabah tersebut bakal berakhir April mendatang. Sedangkan Paman Sam, meramalkan virus tersebut akan menghantui dunia sepanjang 2020.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), Robert Redfield. Nama terakhir ini pesimistis epidemi corona akan berakhir cepat.

"Virus ini kemungkinan akan bersama kita sepanjang musim, sepanjang tahun, atau bahkan lebih. Saya rasa akan tiba waktu di mana virus ini menetap dan kita mendapati kasus virus ditularkan dari satu komunitas ke komunitas yang lain," ujar Redfield, Jumat (14/2/2020). 

Redfield menjelaskan, epidemi virus Corona bisa berlangsung sepanjang tahun karena masih minimnya pengetahuan atas virus tersebut. Di sisi lain, kata dia, pemerintah China tak sepenuhnya terbuka untuk membagi data mereka soal penyebaran virus Corona. Salah satu contohnya adalah masih tidak diperbolehkannya CDC Amerika berkunjung ke pusat penyebaran virus Corona.

Hingga berita ini ditulis, kurang lebih sudah enam pekan permohonan Amerika untuk mengirim tim CDC didiamkan oleh pemerintah China. Di sisi lain, pemerintah China menuduh Amerika telah membuat kehebohan global dengan menerapkan travel ban untuk rute penerbangan dari dan menuju China. 

"Ada banyak sekali informasi virus Corona yang belum diketahui. Itulah kenapa kami menawarkan bantuan pada tanggal 6 Januari lalu untuk membantu pemerintah China memgumpulkan informasi yang dibutuhkan," ujar Redfield. 

Karena China tidak terbuka, kata Redfield, dirinya mengandalkan kolega-kolega yang kebetulan berada di China. Dari sana didapat berbagai informasi, termasuk temuan bahwa mereka yang tertular virus Corona tidak selalu berujung sakit. Malah, mereka yang tidak sakit itu pun, kata Redfield, masih bisa menularkan virus Corona. Itu lah kenapa pola penyebaran virus Corona sulit ditebak. 

"Apa yang kami temukan dua pekan terakhir adalah gejala penyakit akibat virus Corona lebih luas dari yang kami duga. Beberapa kasus sama sekali tidak menunjukkan simptom virus Corona yang umum. Beberapa pasien yang kami periksa hanya mengalami tenggorokan gatal," ujar Redfield.

Terlepas dari segala kesulitan yang dihadapi, Redfield menegaskan bahwa CDC melakukan segala hal yang mereka bisa dalam menangani virus Corona. Untuk saat ini, dengan pengetahuan yang terbatas, Ia berkata bahwa CDC hanya bisa memperlamban proses penyebaran, tidak bisa mencegah sepenuhnya. 

Saat ini, total sudah ada 64.434 kasus virus Corona di seluruh dunia. Sebanyak 15 di antaranya berada di Amerika yang tersebar di delapan negara bagian. Adapun jumlah pasien meninggal di seluruh dunia adalah 1383 diikuti jumlah pasien sembuh sebanyak 6766.

Sebelumnya, China memprediksi wabah virus corona bakal lebih cepat mereda, bahkan berani memprediksi pada April. Dasarnya, dari hari ke hari, orang yang terpapar semakin dikit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat virus corona

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top