Perusahaan social network marketing penyedia produk-produk kesehatan High Desert International (HDI) mendonasikan 200 kotak propoelix untuk mendukung pemerintah mengembalikan daya tahan tubuh para pasien terduga virus corona./Istimewa
Health

Virus Corona, HDI Donasikan Suplemen untuk WNI yang Dikarantina di Pulau Sebaru

Akbar Evandio
Kamis, 5 Maret 2020 - 06:55
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan social network marketing penyedia produk-produk kesehatan High Desert International (HDI) mendonasikan 200 kotak propoelix untuk mendukung pemerintah mengembalikan daya tahan tubuh para pasien terduga virus corona yang dikarantina.

Menanggapi imbauan Pemerintah RI kepada Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) untuk menjadi mitra pemerintah dalam menangani berbagai isu kesehatan, HDI mendonasikan 200 boks propoelix (suplemen kesehatan berbasis propolis) untuk pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes akan memanfaatkan propoelix untuk diberikan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang tengah dikarantina di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. 

CEO dan Chairman HDI Brandon Chia menyatakan donasi merupakan bentuk kepedulian HDI terhadap situasi yang terjadi saat ini.

“HDI berdiri pada nilai-nilai sosial yang tinggi sehingga kami terdorong untuk berkontribusi melindungi Indonesia dari COVID-19,” jelasnya lewat keterangan resmi yang diterima Bisnis.

Adapun suplemen propoelix telah masuk dalam daftar MIMS (The Monthly Index of Medical Specialties), pusat informasi obat dan suplemen untuk dokter di Asia, Australia, Selandia Baru yang sudah lebih dari 50 tahun.

“Tentunya kami berharap suplemen ini bisa membantu mengembalikan sistem kekebalan dan daya tahan tubuh orang dalam pemantauan, sehingga mereka mampu melawan virus tersebut dan terhindar dari kematian.” jelas Brandon Chia.  

COVID-19 hingga kini telah menginfeksi lebih dari 79.000 orang dan menewaskan lebih dari 2.900 orang di seluruh dunia sejak virus tersebut menyebar dari Kota Wuhan, China sejak Desember 2019.

Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran virus ini agar tidak masuk ke Indonesia, salah satunya dengan menjaga ketat 135 pintu masuk ke negara, baik di darat, laut, dan udara.

 

 

 

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro