Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

World Kidney Day 2020: Ini Sebabnya Pasien Hemodialisis Alami Gatal-Gatal

Setiap 12 Maret warga dunia memperingati Hari Ginjal Sedunia. Banyak hal yang bisa diketahui terkait masalah ginjal, misalnya keluhan gatal-gatal yang bisa dialami pasien yang harus menjalani cuci darah atau hemodialisis.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 12 Maret 2020  |  10:37 WIB
Ilustrasi - pacienterenal.general/valencia.san.gva.es
Ilustrasi - pacienterenal.general/valencia.san.gva.es

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap tanggal 12 Maret warga dunia memperingati Hari Ginjal Sedunia. Banyak hal yang perlu diketahui terkait ginjal, salah satunya keluhan gatal-gatal yang bisa diderita pasien yang menjalani hemodialisis.

Dikutip dari akun facebook KoranGinjal disebutkan bahwa meskipun tidak semua, ada pasien -pasien hemodialisis yang mengalami gatal-gatal yang sukar sembuh.

"Ternyata penyebab gatal pada pasien dialisis tidak hanya satu saja, sehingga penanganannya perlu berbeda-beda sesuai penyebab. Itulah sebabnya, banyak juga pasien dialisis sukar sembuh gatalnya karena hanya berpatokan pada penanganan gejalanya (obat alergi/gatal) atau pada salah satu sebab saja," ujar dokter Erik Tapan, pengelola akun Facebook KoranGinjal dan akun Twitter @dokterinternet.

Dalam paparannya, Erik menyebutkan ada beberapa penyebab gejala gatal-gatal, yaitu kadar ureum yang tinggi, kadar fosfat yang tinggi, atau karena kulit kering.

"Penyebab kadar ureum tinggi adalah adanya ketidakseimbangan antara ureum yang masuk dan keluar. Istilah kerennya proses HD kurang adekuat. Cara yang paling mudah mengetahui adekuasi HD adalah tercapainya nilai normal ureum saat diperiksa segera usai HD," papar Erik.

Atas kondisi ini, solusi yang bisa dilakukan adalah putaran QB alias putaran mesin dinaikkan. Solusi lainnya antara lain durasi HD ditambah, penggunaan dialiser Highflux, penggunaan dialiser HFR, atau mengurangi jumlah protein dari makanan dan menggantinya dengan minum susu khusus ginjal atau minum tablet asam amino essensial

Terkait kadar fosfat, diperlukan pemeriksaan laboratorium. "Jika kadar fosfat darah cukup tinggi, bisa dikurangi dengan menghindari atau sesedikit mungkin mengkonsumsi bahan makanan mengandung fosfat seperti roti, daging ( apalagi daging merah), biskuit, makanan dan minuman berpengawet," ujar Erik.

Sebagai camilan, pasien bisa mengkonsumsi kue-kue basah. "Jika diperlukan konsumsi Binder Fosfat," tambah Erik.

Jika kadar ureum dan fosfat sudah mencapai angka normal, namun pasien masih tetap merasa gatal, salah satu penyebabnya adalah karena kulit kering. Untuk mengatasi hal ini, Erik menyarankan agar pasien menggunakan lotion. Lotion untuk mengatasi kulit kering tersebut dioleskan tipis-tipis ke seluruh badan segera seusai mandi. Lotion tersebut digunakan dua kali dalam sehari.

Erik menambahkan, kini tersedia lotion khusus untuk pasien-pasien dialisis yang mengalami gatal karena kulit kering.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ginjal
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top