Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan UMKM Aksesoris Merosot 60 Persen

Owner Sentuhan Mutiara, Berti Suharto menyebut penjualannya sangat sedikit dan merosot tajam, terutama yang di mall karena pusat perbalanjaan sangat sepi pengunjung bahkan belakangan ditutup.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 28 Maret 2020  |  14:44 WIB
Model aksesori -
Model aksesori -

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) mengaku penjualannya merosot di tengah pandemi virus corona atau COVID-19. Salah satunya, usaha kerajinan perhiasan, Sentuhan Mutiara.

Owner Sentuhan Mutiara, Berti Suharto menyebut penjualannya sangat sedikit dan merosot tajam, terutama yang di mall karena pusat perbalanjaan sangat sepi pengunjung bahkan belakangan ditutup.

Begitu pula dengan penjualan online lantaran saat ini fokus masyarakat Indonesia membeli kebutuhan yang lebih mendesak seperti alat pelindung diri atau makanan ketimbang aksesoris, di tengah COVID-19,

"Sekitar 60% (penjualan turun) mungkin bulan depan lebih merosot lagi," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Berti mengaku mengalami keruginya sekitar Rp20-30 juta untuk bulan ini. Diprediksi kerugian akan membesar pada bulan depan. "Saya menduga bisa sampai 80% bulan depan," sebutnya.

Sepinya pembeli kata Berti mengakibatkan barang dagangan menumpuk di rumah. Untungnya, aksesoris merupakan barang yang bisa disimpan dan dijual kembali nanti ketika keadaan sudah mulai pulih.

Saat ini, produksi masih berlangsung. Berti tetap membuka penjualan via online guna menutupi ongkos produksi dan menggaji karyawan yang bekerja membuat aksesoris di rumah.

"Paling nanti kalau kejadian memburuk saya harus suspend dulu semua," imbuhnya. Sementara itu, Berti yakin pasti pemerintah sudah memiliki rencana untuk nasib para UMKM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksesori
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top