Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenali Demam Tanpa Termometer

Bagi penderita demam, biasanya mereka mengalami kondisi di mana tubuh terasa sakit atau nyeri juga lemah dan kepala terasa sakit. Nyeri sering menyertai virus seperti flu atau pilek sebagai akibat peradangan dari respons imun tubuh terhadap virus. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  15:33 WIB
Anak Sakit - boldsky.com
Anak Sakit - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Termometer menjadi salah satu barang yang diserbu banyak orang di tengah pandemi virus corona atau COVID-19. Alat ini digunakan untuk mengukur suhu tubuh, dalam hal ini demam yang menjadi gejala utama virus corona.

Namun untuk mengukur gejala demam beserta suhu sejatinya bisa dilakukan walaupun tanpa termometer. 

Bagi penderita demam, biasanya mereka mengalami kondisi di mana tubuh terasa sakit atau nyeri juga lemah dan kepala terasa sakit. Nyeri sering menyertai virus seperti flu atau pilek sebagai akibat peradangan dari respons imun tubuh terhadap virus. 

Berikutnya, tubuh akan mengalami suhu panas dingin. Banyak orang demam mengalami menggigil, meskipun suhu tubuhnya tinggi. Ini karena tubuh sedang berusaha menaikkan suhu untuk mengatasi penyebab demam. Orang yang kedinginan karena demam akan tetap merasa panas saat disentuh, dan mereka harus berpakaian berlapis-lapis. 

Saat demam, muncul ruam merah pada pipi. Ini terjadi ketika tubuh membuka pembuluh darah yang meningkatkan aliran darah ke kulit. Penderita juga sering berkeringat dan dehidrasi.

Keringat muncul ketika tubuh tengah mengatur suhu. "Dengan demam tinggi, kita bisa kehilangan sejumlah besar cairan melalui keringat," kata Jordan Haber, MD dilansir dari Insider.com. 

Saat cairan keluar, awasi selalu tanda-tanda dehidrasi, termasuk mulut kering, haus berlebihan, atau kebingungan.

Jika sudah mengalami gejala-gejala umum demam ini, penderita bisa mengukur suhu tubuh sendiri berdasarkan perasaan. "Merasa seperti anda demam adalah cara yang cukup akurat untuk mengetahui," kata David Cutler, MD, Ketua Kelompok Medis Dokter Keluarga Santa Monica.

Ketika mencoba mendiagnosis demam tanpa termometer, orang sering menyentuh dahi mereka. Ini tidak akan bekerja pada karena seluruh tubuh penderita terasa panas. Hal yang paling pas adalah menyuruh orang lain untuk menyentuh dahi yang merasakan demam.

Memang mereka yang merasakan gejala demam tersebut cukup beristirahat di rumah untuk meredakannya. Namun apabila gejala bertambah parah seperti kebingungan yang signifikan atau kesulitan bernapas, mereka harus segera mendapat pertolongan medis. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah panas
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top