5 Sikap Menghadapi Pasangan yang Sedang Marah

Kemarahan adalah emosi negatif yang harus dikelola dengan baik. Bila kelepasan, maka kemarahan hanya akan menimbulkan penyesalan.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 09 April 2020  |  15:01 WIB
5 Sikap Menghadapi Pasangan yang Sedang Marah
Marah - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kemarahan dapat merusak hubungan. Sikap dan perilaku negatif pasangan yang pemarah dapat menguras energi Anda, membuat Anda merasa frustasi dan merusak tidak hanya kesejahteraan Anda tetapi kesehatan hubungan.

Namun, jika Anda mampu menangani pasangan yang pemarah dengan terampil, hubungan Anda dapat berubah secara dramatis. Dilansir dari www.goodtherapy.org, berikut adalah beberapa strategi efektif untuk berurusan dengan pasangan yang sedang marah.

1. Menetralisir Emosi

Ketika Anda mencoba mengendalikan pasangan yang marah, mereka mungkin menjadi defensif dan lebih tidak kooperatif. Adalah tidak bijaksana untuk marah dalam menanggapi kemarahan pasangan; lebih baik membiarkan orang lain marah dan menyadari bahwa mereka pada akhirnya akan tenang. Semakin tenang Anda, semakin cepat amarah mereka mereda.

2. Bersikap tegas dan tetap menghormati

Bertindak tegas adalah proses mengambil posisi di mana Anda dapat mengekspresikan keinginan Anda secara langsung dan penuh rasa hormat sambil mempertimbangkan perasaan dan keinginan pasangan Anda juga.

Ketika Anda bertindak dan berbicara dengan sikap hormat yang tegas, Anda percaya diri, jujur, dan terbuka.Pada saat yang sama, dengan bersikap tegas, Anda memberdayakan pasangan Anda untuk mengambil bagian dari tanggung jawab mereka.

3. Berkomunikasi secara konstruktif, memahami dan memvalidasi

Orang-orang sering bertindak dengan cara marah karena mereka pikir mereka tidak didengar, tidak dianggap serius, atau tidak dihargai. Mereka mungkin merasa kecewa dan diabaikan.

Untuk menghindari kemarahan pasangan Anda, adalah bijaksana untuk secara aktif mendengarkan mereka sampai Anda yakin mereka merasa didengar dan dipahami. Coba untuk memahami kebutuhan terdalam mereka, dan memvalidasi perasaan dan pengalaman mereka.

4. Berlatih sabar dan belas kasih

Di dalam amarah biasanya terletak emosi yang lebih dalam dan lebih rentan seperti ketakutan, kesedihan, atau rasa sakit, yang mungkin kurang dapat diakses oleh pasangan Anda. Untuk waktu yang singkat, kemarahan berfungsi sebagai perisai pelindung dan membuat pasangan Anda merasa kuat dan terkendali. Namun, dalam jangka panjang, itu menyakitkan mereka dari dalam. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memiliki belas kasih terhadap pasangan Anda dan menjauh dari kesalahan dan tuduhan.

Kesabaran bisa berfungsi sebagai penangkal kemarahan di dalam diri Anda dan juga pasangan Anda. Itu mencakup kebijaksanaan pada saat kemarahan muncul. Ini tentang menunggu,tidak berbicara atau melakukan apa pun yang mungkin otomatis atau reaktif. Kesabaran dan kasih sayang adalah dasar dari energi positif dan kerja sama di antara orang-orang.

5. Beritahu tantangan menghadapi pasangan Anda ketika dia sudah tenang

Ketika kondisi emosional pasangan Anda sangat sangat marah, kondisi kognitif mereka mungkin terganggu. Tidak ada gunanya mengatasi masalah Anda selama kemarahan mendominasi. Berikan waktu untuk energi negatif untuk menyelesaikan diskusi yang lebih rasional.

Saat Anda berdua tenang dan tenang, bicarakan masalah yang menyebabkan perilaku marah pasangan Anda. Pada saat ini, mereka mungkin lebih terbuka untuk mendengarkan dan memahami. Juga, jangan lupa untuk menerapkan aturan ini pada diri Anda sendiri.

Ketika bagian emosional atau kemarahan Anda diaktifkan, luangkan waktu untuk menenangkan diri. Kemarahan memicu kemarahan, dan menenangkan menciptakan suasana yang lebih tenang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
marah, tips cinta, tips bahagia, cemas

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top