Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sering Minum Teh, Ini Bahaya yang Mengintai

Tanin yang ditemukan dalam teh dapat menghambat penyerapan vitamin dan mineral utama tubuh seperti zat besi dan kalsium.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 24 April 2020  |  14:38 WIB
Teh herbal - boldsky.com
Teh herbal - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan negara yang melakukan lockdown atau pembatasan karena virus corona, banyak orang bertahan bekerja dari rumah dengan sering mengkonsumsi teh.

Namun, seorang ahli telah memperingatkan, bahwa minum terlalu banyak teh dapat berdampak negatif pada kesehatan Anda. Dr Grace Farhat, seorang dosen ilmu pangan dan nutrisi di Liverpool Hope University, khawatir beberapa orang mungkin memperlakukan penutupan sosial Covid-19 mereka sebagai 'liburan' dari diet biasa dan terlalu banyak minum minuman yang hangat dan berkafein.

Dia memperingatkan tanin yang ditemukan dalam teh sebenarnya dapat menghambat penyerapan vitamin dan mineral utama tubuh seperti zat besi dan kalsium, yang bisa menjadi masalah nyata jika Anda berjuang untuk mendapatkan cukup buah dan sayuran dalam makanan Anda.

"Kabar baiknya adalah bahwa konsumsi teh dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan kanker, karena kandungan antioksidannya. Kabar yang berpotensi buruk adalah Anda juga perlu berhati-hati tentang minum teh dekat waktu makan, karena dapat menurunkan penyerapan mineral tertentu, seperti zat besi dan kalsium,” ujarnya dikutip dari Dailymail.co.uk, Jumat (24/4/2020).

Ia menambahkan hal ini terjadi karena tanin, yang merupakan senyawa alami, ditemukan dalam teh. Mereka dapat mengikat mineral dan menurunkan tingkat penyerapan. Teh, seperti kopi, juga merupakan sumber kafein, yang disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Agar aman dan berdasarkan penelitian sebelumnya, Dr Farhat menyarankan membatasi asupan Anda menjadi empat hingga lima cangkir teh dan kopi sehari.Rencana isolasi virus corona kini telah memasuki minggu kelima - tanpa ada tanda-tanda segera pembatasan dicabut.

Dr Farhat memperingatkan diet yang buruk selama periode ini berpotensi memiliki efek jangka panjang pada kesehatan kita. Tapi sementara dietmu mungkin bukan urusan utamamu saat ini, kita harus berhati-hati dengan apa yang kita makan dan minum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teh tips sehat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top