Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adiknya Terkena Covid-19, Via Vallen: Corona itu Bukan Aib

Pedangdut Via Vallen menceritakan bagaimana pengalaman adik kandungnya yang mengidap Covid-19 melakukan isolasi secara mandiri di rumah.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  18:24 WIB
Hasil foto paru-paru adik Via Vallen. - Instagram
Hasil foto paru-paru adik Via Vallen. - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Pedangdut Via Vallen menceritakan bagaimana pengalaman adik kandungnya yang mengidap Covid-19 melakukan isolasi secara mandiri di rumah.

"Adekku aman dirumah, tidak ada kontak langsung dengan keluarga. Kita sangat menjaga jarak, dia punya area sendiri (kamar tidur, kamar mandi dan ruangan untuk narok makanan dan minuman tanpa harus kontak langsung, dia pake alat makan sekali pake buang, dia cuci pakaiannya sendiri, bersih2 sendiri)," tulisnya lewat akun Instagram @viavallen pada Selasa (26/5/2020).

Tidak hanya itu, dia juga menceritakan pengalamannya menghadapi kekhawatiran keluarganya akibat unggahannya di Instagram beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, pedangdut dengan asal Sidoarjo, Jawa Timur itu menceritakan bagaimana sang adik hingga akhirnya dinyatakan positif Covid-19.

"Keluargaku panik krn postinganku semalam, takut makin dikucilkan krn sebagian msh banyak yg ga tau kalo anggota keluargaku ada yang positif #corona. Corona ga terbang kok, selagi mengikuti aturan untuk pake masker dan sering cuci tangan yaa kalian bakal AMAN," tulis Via.

Pedangdut dengan nama Asli Maulidia Octavia itu juga menegaskan bahwa Covid-19 bukanlah aib bagi pengidapnya.Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat tak memperlakukan pengidap Covid-19 secara tidak layak atau mengucilkannya.

"CORONA BUKAN AIB!! Jd tolong jangan mengucilkan orang2 yang positif corona," tulisnya demikian.

Selain itu, dia juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah. Dia juga menyinggung mereka yang masih saja abai lantaran menganggap dirinya punya kekebalan tubuh yang baik.

"Kalo kalian ada kepentingan yg mengharuskan keluar rumah pakailah APD ( MASKER ) bisa pake masker kain yg bisa di cuci terus di pake lagi biar GAK BOROS! Jangan ngeyel NGERASA KUAT, kecuali kamu tinggal sendiri ya terserah!," tuturnya.

Adapun, saat ini Via Vallen mengungkapkan bahwa kondisi sang adik baik-baik saja tanpa ada gejala apapun. Demikian halnya dengan dirinya dan anggota keluarga lain.

"Adekku yang positif Covid-19 Alhamdulillah sehat wal afiat dan kulitnya tambah bersih karena di rumah aja," selorohnya.

Pedangdut Via Vallen membagikan pengalaman adik kandungnya yang positif terinfeksi Covid-19 di akun Instagram-nya @viavallen pada Minggu (24/5/2020) malam.

Pedangdut asal Sidoarjo, Jawa Timur itu menuturkan sang adik bersama sejumlah anggota keluarga lain pada awalnya hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan (medical check-up). Kemudian hasil rontgen dari pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya pneumonia di paru-paru adik Via Vallen.

"Nah hasil paru salah satu adekku ada #pneumonia, orang tua kuatir krn takut corona (fyi aktivitas adekku hampir setiap hari ke surabaya anter jemput pacarnya kerja di Mall )," tulisnya demikian.

Perempuan dengan nama asli Maulidia Octavia itu tetap saja khawatir. Dia sempat berkonsultasi dengan sejumlah dokter spesialis paru untuk menanyakan bagaimana kondisi sang adik.

"Akhirnya aku tanya ke beberapa spesialis paru dan semuanya bilang gpp (itu gara2 rokok bla bla bla). Adekku ini memang pernah sesek nafas jauh sebelum adanya #corona," tuturnya.

Tak mau ambil risiko lantaran ada orang tuanya yang tinggal di rumah, Via Vallen kemudian membawa adiknya untuk mengikuti tes cepat masal atau rapid test Covid-19.

"Jadi untuk memastikan semuanya beneran baik2 aja, aku bawa dia rapid ke rs rujukan #covid19 dan hasilnya NON REAKTIVE," ungkapnya.

Via Vallen masih belum puas dengan hasil rapid test sang adik. Agar mendapat kepastian 100 persen, dia meminta adiknya melakukan swab test dengan iming-iming uang jajan tambahan.

Akhirnya sang adik bersedia, akan tetapi oleh tenaga medis yang ada di rumah sakit dia malah diminta agar membatalkan rencananya swab test.

"Aku tanya ada lg tes buat mastiin corona ga? Kata beberapa suster di sana ada swab, tp ini ga perlu krn rapidnya sudah akurat. Sayang uangnya mbak. Swab mahal lohh dan hasilnya lama," ujar Via Vallen.

Kekhawatiran Via Vallen bukan isapan jempol belaka. Sang adik dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, setelah 10 hari kemudian ketika hasil tes dikeluarkan.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo langsung membuat laporan kepada RT di luar sepengetahuan keluarga, untuk mengawasi sang adik.

Via Vallen menyatakan keluarganya telah mengikuti ketentuan untuk karantina mandiri selama dua pekan.

"Udh 2 minggu lebih adekku di isolasi mandiri dirumah, sekeluarga jg di TCM 2x dan udh selesai karantina selama 14 hari," ungkapnya.

Via Vallen mengatakan meski dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 sang adik sama sekali tidak mengalami gangguan kesehatan atau dikategorikan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

"Nah kesimpulannya, adekku yang jelas2 tidak dianjurkan swab krn hasil rapid tesnya NON REACTIVE, tapi krn paksaanku untuk swab demi keamanan orang tuaku dan hasilnya ternyata POSITIF GIMANA KALO SEANDAINYA WAKTU ITU AKU MANUT AJA SAMA PETUGAS DI RS TIDAK MELAKUKAN SWAB?" tanya Via Vallen.

Berdasarkan pengalaman sang adik, Via Vallen akhirnya menyimpulkan bahwa tidak menutup kemungkinan jumlah orang yang terpapar Covid-19 jauh lebih besar daripada yang diumumkan oleh pemerintah.

"Brarti sebenernya jumlah orang terpapar coronanya lebih besar dr jumlah yg di data yaa, karena kebanyakan ketika TCM dan rapid yg hasilnya non reactive sudah dirasa cukup, padahal jika di swab bisa saja hasilnya POSITIF," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

via vallen
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top