Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengasah Keterampilan pada Masa Pandemi Menuju New Normal

Dalam kondisi pandemi, tidak sedikit di antara para pekerja profesional dan dunia bisnis yang belajar dan terus berusaha untuk beradaptasi memasuki periode normal yang baru (new normal)
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  12:33 WIB
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga Rabu (18/3), sebanyak 21.589 orang dari 220 perusahaan telah melaksanakan bekerja di rumah atau Work from Home (WFH). - ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga Rabu (18/3), sebanyak 21.589 orang dari 220 perusahaan telah melaksanakan bekerja di rumah atau Work from Home (WFH). - ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi telah menghantam beberapa industri di Indonesia sebagai akibat dari rendahnya permintaan dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang telah berjalan dalam 2 bulan terakhir.

Meskipun pemerintah akan melonggarkan pembatasan sosial berskala besar untuk sebagian wilayah di Indonesia, tetapi perusahaan-perusahaan besar, usaha kecil-menengah, dan profesional telah merasakan dampak dari pandemi ini.

Feon Ang, Vice President, Talent and Learning Solutions, Asia Pacific mengatakan dalam kondisi saat ini, tidak sedikit di antara para pekerja profesional dan dunia bisnis yang belajar dan terus berusaha untuk beradaptasi memasuki periode normal yang baru (new normal).

“Banyak yang mulai lebih memperhatikan pentingnya belajar secara berkelanjutan untuk mengasah keterampilannya selama masa pandemi ini,” ujarnya dalam keterangan pers, dikutip Jumat (5/6/2020).

Berdasarkan data per April 2020, pengguna LinkedIn Learning di seluruh dunia menghabiskan waktu 7,7 juta jam untuk menonton konten. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan jumlah jam pada Februari dan dua kali lipat dari jumlah Maret.

“Peningkatan terjadi pada saat tingginya orang bekerja dari rumah (WFH) secara global, akibat pandemi coronavirus (COVID-19). Peningkatan paling signifikan terjadi di antara para manajer dan pencari kerja, serta mereka yang ada di industri rekreasi dan perjalanan,” tuturnya.

Dari data Global LinkedIn Platform, aktivitas pembelajaran untuk industri rekreasi dan perjalanan berdasarkan total jam belajar, meningkat paling besar yaitu 132 persen, juga ada industri real estat dan barang konsumsi yang masing-masing naik 106 persen.

Sementara itu, data Global LinkedIn Platform juga menunjukkan bahwa sebagian besar para profesional yang berjuang beradaptasi untuk bekerja dari jarak jauh (remote), fokus mempelajari cara-cara baru untuk mengatasi stres (di rumah dan pekerjaan) atau memiliki keterampilan baru yang diperlukan untuk mengelola tim dari jarak jauh.

Para pencari kerja fokus mempelajari keterampilan baru dalam menghadapi pasar kerja yang sulit, atau bahkan meningkatkan keterampilan yang telah mereka miliki saat ini.

Adapun, usaha kecil hingga menengah, mempelajari cara menjalin hubungan dengan klien dari jarak jauh, atau memahami cara melindungi keuangan mereka pada masa-masa sulit.

Program keterampilan yang paling banyak diikuti adalah Zoom dengan peningkatan +6086%, pekerjaan virtual dengan peningkatan +5804%, dan telecommuting + 5705%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leadership keterampilan kepemimpinan pandemi corona
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top