Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Belum Hilang, Singapura Terancam Wabah DBD Terburuk dalam Sejarah

Singapura terancam menghadapi wabah demam berdarah terburuk dalam sejarah, seiring dengan melonjaknya kasus baru penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  16:41 WIB
Sejumlah orang berjalan di Marina Bay Singapura pada 12 Februari 2020, ketika wabah corona mulai menyergap negara pulau itu. - Bloomberg
Sejumlah orang berjalan di Marina Bay Singapura pada 12 Februari 2020, ketika wabah corona mulai menyergap negara pulau itu. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Singapura terancam menghadapi wabah demam berdarah terburuk dalam sejarah, seiring dengan melonjaknya kasus baru penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini.

Dilansir Bloomberg, Selasa (21/7/2020), National Environment Agency (NEA) melaporkan kasus baru penyakit demam berdarah yang tercatat mencapai 1.736 orang pada pekan yang berakhir 18 Juli 2020, jumlah tertinggi secara mingguan.

Demam berdarah, juga dikenal sebagai demam patah tulang, disebarkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dan dapat menyebabkan gejala seperti demam dan nyeri di sekujur tubuh.

Angka kematian akibat demam berdarah merangkak naik di tengah pergulatan otoritas kesehatan Singapura menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19) yang tak menentu.

Pada Senin (20/7/2020), Straits Times melaporkan 19 orang telah meninggal karena demam berdarah sepanjang tahun ini atau sekitar dua per tiga korban jiwa akibat Covid-19 yang tercatat mencapai 27 orang.

Seperti halnya demam berdarah, kasus baru Covid-19 rata-rata masih mengalami kenaikan tiga digit secara harian, meskipun angka itu agak meruncing dari bulan-bulan sebelumnya.

Badan lingkungan hidup negara itu telah memperingatkan bahwa jumlah total kasus demam berdarah pada 2020, yang telah mencapai lebih dari 18.900 kasus saat ini, diperkirakan akan melampaui rekor sebanyak lebih dari 22.000 yang dilaporkan pada tahun 2013.

Pekan lalu, Singapura mengumumkan sanksi lebih keras untuk rumah tangga dan bisnis yang terus kedapatan memiliki spot yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Sementara itu, otoritas setempat meningkatkan upaya pengendalian vektor seperti fogging.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura demam berdarah covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top