Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iflix Disebut Punya Utang Rp9 Miliar ke Visinema

Perusahaan video on demand asal Malaysia yakni Iflix disebut memiliki tumpukana utang kepada rumah produksi asal Indonesia yakni Visinema Pictures.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Agustus 2020  |  10:03 WIB
Iflix - InterAksyon
Iflix - InterAksyon

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan penyedia layanan video berbasis permintaan (video on demand/VOD) Iflix diklaim memiliki utang hingga Rp9 miliar kepada Visinema Pictures asal Indonesia.

Utang tersebut berupa pembayaran lisensi atas produk yang diproduksi oleh Visinema.  Angga Dwimas Sasongko, CEO dari Visinema Pictures mengatakan, hal itu membuat perusahaannya melayangkan somasi kepada Iflix.

Somasi tersebut merupakan yang kedua kalinya dilayangkan oleh Visinema kepada Iflix

“Kami cukup menyayangkan hal ini dilakukan oleh pihak Iflix. Kerugian bukan saja terjadi pada Visinema Pictures, tetapi juga investor yang punya hubungan baik dengan Visinema. Untuk itu melalui somasi ini kami masih menunggu iktikad baik dari Iflix,” ungkapnya melalui siaran persnya, Sabtu, (1/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa sepanjang awal tahun 2020, Visinema masih terus mencari cara untuk mendapatkan kejelasan dari pihak Iflix.

Adapun, pada 24 Juni 2020 rilis berita bahwa Iflix telah dibeli oleh Tencent, sebuah perusahaan asal China. Dia menyatakan bahwa tetap tidak ada kejelasan dari Iflix mengenai utang pembayarannya terhadap Visinema.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa pihaknya akhirnya memutuskan untuk melayangkan surat peringatan pertama pada 24 Juni 2020 yang tetap tidak dihiraukan oleh pihak Iflix.

Sebelumnya, mantan Co-founder dan CEO Iflix, Mark Britt sempat meminta waktu 48 jam untuk menyelesaikan masalah ini dengan CEO Visinema Pictures setelah Visinema melayangkan somasi digital pertama pada 7 Juli 2020.

Mark menawarkan sebuah skema untuk menyelesaikan masalah ini dan Visinema masih membuka diri untuk berdialog menyelesaikan masalah.

Namun hingga pada hari ini, 1 Agustus 2020 tetap tidak ada tindak lanjut yang konkret. Undangan dialog oleh kuasa hukum pun tidak dihiraukan. Maka dari itu, Angga menyebutkan bahwa Visinema Pictures melayangkan surat somasi kedua secara terbuka kepada Iflix.

Adapun sebelumnya, pada medi Juni 2020, Iflix dikabarkan tengah dalam proses pembicaraan untuk dijual ke pihak lain. Perusahaan asal China disebut-sebut tertarik mengakuisisi Iflix.

Aksi korporasi itu dilakukan sebagai solusi bagi Iflix untuk menghindari krisis keuangan akibat tekanan utang yang dimilikinya.

Berdasarkan laporan dari Nikkei Asian Review, sejumlah sumber internal Iflix menyebutkan, kesepakatan penjualan Iflix akan diumumkan pada akhir Juni lalu. Dalam hal ini, terdaapt salah satu perusahaan asal China yakni Tencent menjadi calon pembeli potensial.

Akan tetapi hingga saat ini kabar aksi korporasi tersebut tak kunjung terealisasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

somasi video on demand (vod)
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top