Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin NovaVax Tunjukkan Hasil Uji Coba Tahap 1 yang Menjanjikan

Vaksin NovaVax menunjukkan kombinasi bahan pembantu matrix-M1 dengan vaksin nanopartikel tidak hanya aman, tetapi juga dapat menginduksi antibodi fungsional yang kuat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  16:06 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil uji coba fase satu dari vaksin nanopartikel rekombinan NVX-CoV2373 NovaVax ditemukan dapat ditoleransi dengan baik dan imunogenik termasuk menginduksi respons sel T dan antibodi netralisasi lebih tinggi pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Meskipun beberapa kandidat vaksin yang menjanjikan sudah ada di depan mata, generasi vaksin baru berbasis nanopartikel ini memiliki potensi yang sangat baik dalam menghindari keterbatasan vaksin konvensional atau subunit yang dikembangkan oleh perusahaan lain.

Hal terpenting adalah kemajuan terbaru dalam bioteknologi memungkinkan desain nanopartikel dengan mengontrol bentuk, ukurang, fungsionalitas, dan sifat permukaan secara cepat, yang pada gilirannya dapat menghasilkan presentasi antigen yang lebih baik.

Temuan uji klinis dari vaksin NovaVax itu dirilis di server pracectak Medrxiv. Studi tersebut menunjukkan bahwa kombinasi bahan pembantu matrix-M1 dengan vaksin nanopartikel tidak hanya aman, tetapi juga dapat menginduksi antibodi fungsional yang kuat.

Uji klinis fase 1 pertama pada manusia mengevaluasi keamanan dan imunogenisitas kandidat vaksin NVX-CoV2373 pad dua unit klinis fase 1 di Australia. Kandidat tersebut merupakan vaksin nanopartikel rekombinan yang diproduksi dari glikoprotein lonjakan SARS-CoV-2 tipe liar yang lengkap.

Vaksin juga digabungkan dengan ajuvan Matrix-M1 berbasis saponin untuk meningkatkan kekebalan dan menghasilkan antibodi penawar tingkat tinggi, yang sangat penting dalam menghentikan infeksi virus dalam tubuh.

Singkatnya, ini adalah uji klinis fase 1 acak pada 131 orang dewasa berusia 18 hingga 59 tahun. vaksinasi percobaan terdiri dari dua suntikan intramuskular, yang diberikan kepada relawan dengan selang waktu 21 hari.

Hasil utama adalah reaktogenisitas, profil keamanan, dan respons protein anti-lonjakan IG. Hasil sekundernya termasuk penilaian efek samping, produksi antibodi penetral virus tipe liar, dan juga respons sel T.

Karena ini adalah uji klinis fase 1, efek samping yang tidak diinginkan dinilai dengan cermat untuk kausalitas dan keparahan klinis. Penilaian juga termasuk pada kejadian yang merugikan yang relevan dengan Covid-19 dan kemungkinan kondisi medis yang dimediasi oleh kekebalan.

Dari analisis imunogenisitas dan keamanan primer, ditemukan bahwa pada peserta dewasa yang sehat, rejimen dua dosis dari 5 dan 25 mikrogram NVX-CoV2373 / Matrix-M1 tidak hanya dapat ditoleransi dengan baik tetapi juga menyebabkan respons imun yang paling kuat.

"Selain itu, menetralkan respons antibodi setelah vaksinasi kedua adalah yang paling besar terlihat pada serum penyembuhan dari pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit,” kata Gregory M. Glenn, salah satu peneliti utama dari NovaVax seperti dikutip Thailand News, Senin (10/8).

Temuan uji coba mengungkapkan profil keamanan yang dapat diterima dan sebanding dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan teknologi platform yang sebanding. Pada sebagian besar subjek penelitian, hanya reaktogenisitas ringan yang dicatat, dan vaksin tambahan sedikit meningkatkan intensitas dan frekuensi kejadian tersebut.

"Secara keseluruhan, vaksin nanopartikel protein lonjakan panjang yang adjuvan, rekombinan, dan lengkap adalah kandidat menjanjikan yang menjamin kemajuan pesat dalam studi khasiat," Imbuh Glenn.

Keterbatasan uji coba adalah lamanya waktu observasi keamanan dan respon imun yang diukur. Jelas bahwa keamanan dalam menghadapi pajanan terhadap infeksi virus dan ketahanan respon imun untuk vaksin SARs-CoV-2 akan sangat menarik.

Terlepas dari batasan itu, hasil awal ini menggembirakan dan kandidat vaksin lain telah bergabung dengan persenjataan vaksin yang berkembang untuk melawan SARS-CoV-2. Tahap uji klinis lebih lanjut akan menunjukkan apakah NVX-CoV2373 akan menjadi layak sebagai beberapa opsi menjanjikan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top