Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekhawatiran Berlebih Saat Pandemi Picu Komplikasi Kehamilan

Saat pandemi virus corona, ibu hamil harus rutin melakukan komunikasi dan kontrol akan kesehatan kehamilan, dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  23:33 WIB
Perempuan sedang hamil
Perempuan sedang hamil

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada semua aspek kehidupan, salah satunya kesehatan reproduksi wanita.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Klinik Bamed, Upik Anggraheni mengatakan berdasarkan data Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa penyebab kematian ibu terbanyak dikarenakan terjadinya pendarahan, eklamsia, dan infeksi. Ditambah lagi terbatasnya akses kontrasepsi, menyebabkan peningkatan angka kehamilan yang cukup bermakna.

Begitupun perihal kebutuhan memiliki keturunan juga dianggap suatu kedaruratan karena terkait usia dan keterbatasan waktu.

Upik menilai banyak layanan kesehatan yang tutup di masa pandemi serta kekhawatiran masyarakat akan penularan penyakit menyebabkan banyak wanita yang tidak mendapatkan akses fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga berakibat pada tingginya angka kesakitan atau komplikasi kehamilan.

"Tidak jarang ketakutan yang berlebihan menyebabkan wanita mencari informasi kesehatan yang kurang tepat sehingga merugikan dirinya sendiri," ujarnya dalam Webinar, Rabu (26/8/2020).

Padahal kata Upik tentunya ada perbedaan layanan kesehatan ibu hamil sebelum era pandemi dan sekarang, yaitu mengenai protokol kesehatan yang digunakan serta penyesuaian jadwal kontrol sesuai kebutuhan setiap ibu hamil.

Semua dokter yang bertugas pun harus menggunakan APD, berkomunikasi via tabir kaca untuk menjaga ibu hamil tetap sehat dan tenaga kesehatan aman dalam bekerja, serta esensi pelayanan tetap akan terpenuhi secara optimal.

"Idealnya frekuensi pemeriksaan kehamilan dilakukan sebanyak tujuh kali pertemuan, namun di era new normal dapat diberlakukan penundaan pemeriksaan bila memungkinkan terutama pada trimester pertama dan kedua," jelasnya.

Jadwal kontrol kehamilan  saat ini nyatanya disesuaikan dengan kondisi kehamilan dan risiko yang dimiliki setiap pasien. Namun bila ada keluhan flek, perdarahan, nyeri perut, tekanan darah tinggi, pusing, sesak, keluar cairan dari vagina, atau gerak janin berkurang, menurutnya harus segera dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu, Upik menyarankan di tengah pandemi ini para ibu hamil harus sering mencuci tangan terutama sebelum menyentuh area muka, memakai masker setiap keluar rumah atau bila bertemu dengan orang yang tidak serumah. Mereka juga wajib menghindari kerumunan yang tidak perlu, makan makanan sehat gizi seimbang, rajin minum vitamin kehamilan, kontrol teratur sesuai jadwal, serra mencatat semua keluhan yang harus dibicarakan dengan dokter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hamil ibu hamil pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top