Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Deteksi Dini dan Kenali Gejala Kanker Payudara

WHO mencatatkan bahwa kanker payudara merupakan kanker pembunuh perempuan tertinggi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 08 September 2020  |  14:27 WIB
Ilustrasi kanker payudara - boldsky
Ilustrasi kanker payudara - boldsky

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus Kanker Payudara masih menduduki peringkat pertama di Indonesia, dengan tren yang menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun.

Jika demikian, apa sebenarnya gejala yang perlu Anda ketahui tentang kanker payudara?

Menurut Medical Department Kalbe, dr. Hastarita Lawrenti, ada beberapa tanda dan gejala seorang perempuan menderita kanker payudara. Pertama, adanya benjolan atau massa yang terkadang terasa nyeri di area sekitar payudara. Kedua, adanya iritasi kulit atau dumpling. Ketiga, adanya retraksi puting payudara.

“Retraksi ini kondisi dimana puting yang seharusnya berada di luar malah tertarik ke dalam,” jelas Hastarita dalam acara Breast Cancer Awareness Month 2020, yang diselenggarakan Kalbe Farma pada Selasa (8/9/2020).

Menurut Hastarita, ada pula gejala lain yaitu nipple discharge. Nipple discharge adalah kondisi dimana keluar cairan dari dalam payudara. Serta ada pembengkakan pada kelenjar getah bening (KGB) pada ketiak atau di sekitar leher.

Berkaca dari statistik dunia dari WHO pada 2018 lalu, penyakit kanker payudara masuk peringkat 2 di dunia dengan persentase kasus 11,6 persen atau 2.089 kasus di dunia. Angka ini sangat berbeda tipis saja dari penyakit kanker paru-paru yang totalnya 2.094 kasus di dunia.

Meski demikian, angka kematian akibat kanker payudara sangat jauh di bawah jenis kanker lainnya. Terbukti, dia duduk pada peringkat kelima dengan persentase kematian sekitar 6,6 persen atau total ada 627.000 kasus kematian. Adapun angka tertinggi kematian masih diduduki oleh kanker paru sebesar 18,4% atau 1,8 juta kasus kematian.

“Dari data ini sebenarnya menandakan, banyak progres dan kemajuan medis terhadap penanganan kanker payudara. Maka angka kematian bisa ditekan,” tutur Hastarita.

Sayangnya, di Indonesia, kanker payudara justru menduduki peringkat pertama kasus terbanyak. Sementara dari sisi prevalensi kematian, kanker payudara di Indonesia juga masih tinggi yaitu peringkat kedua setelah kanker paru-paru.

Ada 5 perawatan yang bisa diambil untuk menyembuhkan kanker payudara yakni; operasi pengangkatan sel, radiasi, terapi hormon, kemoterapi, dan targeted therapy. Hastarita menyebut, setiap perawatan memiliki ragam konsekuensi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker kanker payudara
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top