Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenali Tanda-Tanda Kehamilan Selama Pandemi Virus Corona

Gejala kehamilan berbeda pada tiap perempuan. Umumnya, gejala kehamilan berupa mual, sakit payudara, sering buang air kecil, sembelit, dll.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 10 September 2020  |  21:22 WIB
Ilustrasi sakit perut Blogdoctoroz.com -
Ilustrasi sakit perut Blogdoctoroz.com -

Bisnis.com, JAKARTA - Kehamilan menjadi harapan bagi pasangan suami istri, terutama bagi mereka yang baru menikah saat pandemi virus corona.

Terkadang kehamilan sendiri datang tanpa diduga dan direncanakan. Namun tetap ada tanda atau gejala awal masa kehamilan. Melansir Express UK, kamis (10/9/2020), gejala seperti mual dan kram biasanya merupakan petunjuk pertama bahwa seseorang tengah hamil.

Gejala kehamilan bersamaan dengan periode yang terlewat yang mendorong wanita untuk melakukan tes kehamilan untuk melihat apakah hasilnya negatif atau positif.

Lantas apa saja tanda-tanda awal kehamilan? Gejala kehamilan berbeda pada setiap wanita, bahkan tidak semua wanita mengalami gejala. Umumnya gejala kehamilan berupa mual (morning sickness), kelelahan sakit payudara, sering buang air kecil, sembelit, lebih banyak keputihan, dan mengidam.

Gejala kehamilan dapat dimulai seminggu setelah pembuahan, jadi mungkin mendapatkan gejala sebelum seseorang dapat memastikan dirinya tengah hamil.

Perlu dicatat bahwa gejala yang dialami pada kehamilan pertama mungkin sangat berbeda dari apa yang dialami pada kehamilan berikutnya. Salah satu tanda awal kehamilan mungkin adalah sakit kepala, dan ini karena kadar hormon meningkat dan aliran darah meningkat.

Gejala awal lainnya adalah perubahan pada payudara, dan ini juga turun ke tingkat hormon. Peningkatan kadar hormon ini juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, dan penyakit sejak dini.

Mual atau muntah, lebih dikenal sebagai morning sickness, bisa mulai terjadi dua minggu setelah mengandung bayi. Morning sickness tidak hanya terjadi di pagi hari, tapi bisa terjadi kapan saja.

Tanda awal lainnya adalah rasa logam yang aneh di mulut, atau mungkin kehilangan minat pada makanan tertentu yang biasa dinikmati.

Jika merasa ingin buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari, ini juga bisa menunjukkan kehamilan sudah terjadi beberapa minggu. Apabila mengalami salah satu gejala yang disebutkan tetapi hasil tes kehamilan negatif, kemungkinan kehamilan masih terjadi. Tunggu beberapa hari dan lakukan tes lagi.

Tes kehamilan bekerja dengan mendeteksi hormon yang disebut human chorionic gonadotrophine (hCG). Hormon ini mulai diproduksi sekitar enam hari setelah pembuahan, jadi mungkin mendapatkan hasil negatif jika melakukan tes terlalu dini.

Hasil tes positif hampir selalu benar, tetapi hasil negatif kurang dapat diandalkan. Untuk mendapatkan hasil positif bisa dilakukan delapan hari setelah pembuahan. Atau mencoba melakukan tes kehamilan sekitar 21 hari setelah terakhir kali melakukan hubungan seks tanpa kondom, atau dari hari pertama menstruasi yang terlewat. Tes kehamilan pada urin bisa dilakukan kapan saja, tidak harus di pagi hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hamil Virus Corona pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top