Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apa Itu Norovirus? Ini Gejala, Proses Penularan, hingga Risiko Kesehatan 

Norovirus bukanlah jenis virus baru. Sebelumnya virus ini dikenal sebagai virus Norwalk yang pertama kali diidentifikasi dalam spesimen kotoran yang dikumpulkan selama wabah gastroenteritis di Norwalk, Ohio pada 1968.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  15:50 WIB
Norovirus
Norovirus

Bisnis.com, JAKARTA – China kembali digemparkan dengan Norovirus di tengah pandemi Covid-19. Negara yang dijuluki Negeri Tirai Bambu itu melaporkan siswa di sekolah Guangzhou yang tiba-tiba mengalami gejala diare dan muntah.

Mengutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Norovirus adalah virus yang sangat menular yang menyebabkan muntah dan diare karena penyebarannya yang mudah dan cepat. Wabah Norovirus bisa terjadi kapan saja, tetapi paling sering terjadi dari November hingga April.

“Orang dengan penyakit Norovirus dapat melepaskan miliaran partikel Norovirus. Dan hanya sedikit partikel virus yang bisa membuat orang lain sakit,” tulis CDC, seperti dikutip Bisnis, Kamis (15/10/2020).

Norovirus dapat ditemukan dalam muntahan atau kotoran seseorang sebelum ia mulai merasa sakit. Siapa pun bisa terinfeksi Norovirus melalui makanan atau permukaan yang terkontaminasi sampai melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Biasanya seseorang mengalami gejala 12 sampai 38 jam setelah terinfeksi Norovirus, dan kebanyakan orang membaik dalam 1 hingga 3 hari. Namun, penelitian menunjukkan seseorang yang merasa sudah membaik masih dapat menyebarkan Norovirus selama 2 minggu atau lebih.

Diare dan muntah berkali-kali dalam sehari menyebabkan seseorang dehidrasi. Maka dari itu, dianjurkan untuk banyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah dan diare.

Berkikut gejala dari Norovirus:

· Diare,

· Muntah,

· Mual,

· Sakit perut.

· Demam,

· Sakit kepala, dan

· Badan pegal-pegal.

Namun, Penularan Norovirus dapat dicegah dengan cara berikut ini:

· Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok.

· Bilas buah dan sayuran.

· Masak kerang sampai bersih.

· Tetap di rumah saat sakit dan selama dua hari setelah gejala berhenti.

· Hindari menyiapkan makanan untuk orang lain saat sakit dan selama dua hari setelah gejala berhenti

Selain mencuci tangan, pembersih tangan berbahan dasar alkohol juga bisa digunakan. Tetapi sebaiknya, hand sanitizer tidak digunakan sebagai pengganti mencuci tangan dengan sabun dan air. Pembersih tangan [hand sanitizer] tidak seefektif mencuci tangan dengan sabun dan air untuk menghilangkan partikel Norovirus. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Norovirus penyakit menular
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top