Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terapi PRP Bisa Mengatasi Kebotakan

Terapi PRP bisa mengoptimalkan fungsi dari platelet atau trombosit yang disebut sebagai liquid gold (cairan emas) dalam darah.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  17:22 WIB
Kebotakan bisa diobati dengan menggunakana terapi PRP - mirror.co.uk
Kebotakan bisa diobati dengan menggunakana terapi PRP - mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Masalah kebotakan saat ini tidak hanya dialami pada usia lanjut, kaum-kaum milenial pun juga sudah mengalami kerontokan nan berujung kebotakan dipicu akibat stress.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Endi Novianto mengungkapkan terapi Platelet Rich Plasma atau PRP bisa menjadi salah satu solusi masalah kebotakan.

Menurut Endi terapi PRP yang disuntikkan ke kulit kepala bisa merangsang sel-sel pertumbuhan rambut karena pada prinsipnya PRP digunakan untuk menyembuhkan luka.

"Dia akan merangsang folikel [akar] rambut yang tadinya mau istirahat menjadi aktif lagi. Kemudian menstimulasi sel punca sehingga kemudian menghasilkan rambut-rambut baru," terang Endi pada acara virtual media meet up Zap Kamis (15/10/2020).

Terapi PRP ini mengoptimalkan fungsi dari platelet atau trombosit yang disebut sebagai liquid gold (cairan emas) dalam darah. Trombosit yang pada awalnya 150.000 hingga 400.000 per mikroliter, menggunakan prosedur PRP bisa bertambah minimal menjadi 1 juta per mikroliter. PRP inilah yang kemudian diaplikasikan pada rambut.

Terapi ini tidak disarankan untuk orang yang mengalami anemia, thrombocytopenia dimana trombosit berada dibawah 150.000 per mikroliter, disfungsi trombosit, infeksi, mengonsumsi anticoagulant, dan merokok.

Saat mengalami anemia yang memiliki kadar hemoglobin dibawah 10 gram per desiliter tidak bisa mengikuti terapi ini dikarenakan PRP tidak bisa terbentuk.

Bagi orang yang merokok maupun mengonsumsi alkohol secara rutin, tidak disarankan melakukan ini karena pembentukan trombositnya tidak akan maksimal. Jika tetap ingin melakukan terapi PRP dokter Endi menyarankan selama dua minggu sebelum terapi untuk berhenti sementara agar bisa memaksimalkan PRP.

Selain bisa berfungsi untuk mengobati kebotakan, terapi PRP dalam dunia kecantikan juga bisa berfungsi untuk peremajaan kulit, penyembuhan luka, penyembuhan cangkok kulit dan filler.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darah botak rambut rontok
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top