Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak-anak Disarankan Tidak Bermain di Luar Rumah Jika Belum Paham 3 M

"Jadi lebih baik kalau anaknya belum paham lebih baik dengan virtual, batasi saja pertemuan langsung karena kasihan juga."
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  14:43 WIB
Anak-anak bermain air. - Reuters/Pilar Olivares
Anak-anak bermain air. - Reuters/Pilar Olivares

Bisnis.com, JAKARTA - Masa pandemi seperti sekarang ini membuat anak-anak tidak bisa bebas bermain di luar rumah. Bahkan proses belajar mengajar harus dilakukan secara daring guna menekan penyebaran virus Corona.

Psikolog anak dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan, dalam diskusi virtual bertema "Covid-19 dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini" di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (24/10/2020), menyarankan agar anak-anak tidak bertemu secara langsung jika belum terlalu paham mengenai protokol kesehatan dan 3 M (mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker).

Sani menganjurkan agar anak-anak bertemu secara virtual selama masa pandemi untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Saya lebih menyarankan anak-anak tidak bertemu face to face apabila anaknya belum paham karena kita tidak bisa bilang boleh ketemu tapi tidak boleh dekat, sementara tiba-tiba anak rangkulan. Jadi lebih baik kalau anaknya belum paham lebih baik dengan virtual, batasi saja pertemuan langsung karena kasihan juga. Untuk anak preschool itu susah sekali, kalau siswa Sekolah Dasar mungkin sudah paham tapi kalau preschool itu susah karena ada spontanitas," ujar Sani.

"Anak-anak di masa pandemi ini akan stres karena normalnya dia bermain, keluar, tapi kan sekarang terbatas sekali, oleh karena itu orang tua tidak boleh memutus hubungan mereka dengan teman-temannya, salah satunya dengan virtual mereka tetap berhubungan, jadi bisa kontak langsung dengan teman."

Bagi orang tua yang mempunyai anak masih preschool disarankan untuk lebih kreatif. Pada masa itu, anak sedang butuh eksploratif guna merangsang tumbuh kembang. Jika ingin melarang, pastikan terlebih dahulu ada media pengganti.

"Di dalam preschool memang saatnya anak eksploratif jadi itu merangsang tumbuh kembang anak. Anak yang dibiarkan eksploratif akan tambah pintar tapi pastikan tidak ada yang berbahaya."

"orang tua harus punya rencana untuk anak bereksploratif, jadi orang tua jangan melarang tapi tidak memberikan pengganti media lain karena itu bisa memangkas tumbuh kembang anak dan stimulasi ke anak," tutup Sani.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top