Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Masalah yang Paling Banyak Dihadapi Ibu Rumah Tangga Saat Pandemi

Sebanyak 91 persen ibu rumah tangga yang mengikuti survei mengaku terdampak pandemi virus corona (Covid-19).
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 11 November 2020  |  13:21 WIB
Orangtua sedang memarahi anak. Selama pandemi virus corona, tingkat stres dan kemarahan orang dewasa meningkat dan ini berdampak buruk bagi anak-anak. - ilustrasi
Orangtua sedang memarahi anak. Selama pandemi virus corona, tingkat stres dan kemarahan orang dewasa meningkat dan ini berdampak buruk bagi anak-anak. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah lebih dari 8 bulan berhadapan dengan pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia nampaknya mulai bisa beradaptasi dengan gaya hidup normal.

Kendati begitu, harus diakui bahwa banyak aspek kehidupan yang belum sepenuhnya pulih. Di antara aspek keuangan, kesehatan, dan pendidikan jarak jauh, manakah yang paling terdampak selama pandemi?

Teman Bumil, aplikasi ibu milenial, menggandeng dengan Populix, platform riset pasar di Indonesia, kembali mengadakan survei online untuk mengetahui aspek yang paling berat terdampak pandemi di keluarga.

Survei bertajuk “Dampak Pandemi Terhadap Kondisi Kesehatan Mental” ini dilakukan Teman Bumil dan Populix pada pertengahan Oktober 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 1.230 orang. Namun hanya 1.192 yang masuk kriteria untuk dianalisis. Mayoritas merupakan ibu rumah tangga yang sudah menikah dengan 1-2 anak (54 persen) diikuti sudah menikah tetapi belum punya anak (43 persen).

Dari hasil survei yang diterima Bisnis, Rabu (11/11/2020), hasilnya menunjukkan bahwa 9 dari 10 atau 91 persen ibu rumah tangga yang mengikuti survei mengaku terdampak Covid-19.

Sebanyak 643 orang atau 60 persen mengalami masalah terbesar di sektor keuangan, 37 persen di sektor kesehatan terkait kecemasan terhadap Covid-19, dan hanya 3 persen ibu rumah tangga yang bermasalah dengan pendidikan jarak jauh untuk anak-anaknya.

Penyebab kesulitan keuangan ternyata berbeda, tergantung kelompok sosial ekonomi dan wilayah domisili. Korban pemotongan gaji, lebih banyak dialami oleh responden kelas menengah ke atas. Adapun untuk kelas menengah ke bawah, rata-rata menjadi korban PHK dan lebih sulit mencari pekerjaan.

Responden yang mengalami masalah keuangan akibat usaha sepi pembeli, mayoritas tinggal di Bandung (45 persen). Kemungkinan hal ini disebabkan turunnya jumah wisatawan yang signifikan. Pasalnya, Bandung merupakan tujuan wisata akhir pekan bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah tangga Virus Corona Covid-19 pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top