Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proses Vaksinasi Butuh Waktu, Masyarakat Diminta Tetap Laksanakan 3 M dan 3 T

Protokol kesehatan seperti 3M merupakan kewajiban bagi tiap individu yang mencakup memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 14 November 2020  |  14:14 WIB
Warga memakai masker pelindung - Antara
Warga memakai masker pelindung - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Protokol kesehatan 3M dan 3T ternyata tetap harus dilakukan meskipun nanti sudahh ada vaksin Covid-19.

Protokol kesehatan seperti 3M merupakan kewajiban bagi tiap individu yang mencakup memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Sedangkan 3T mencakup tracing, testing, dan treatment atau pelacakan kontak erat, deteksi dengan pengujian, dan pengobatan.

"Tidak bisa jika sudah ada vaksin, yang lain sudah saya tinggalkan tidak bisa tapi kita tetap terus harus melakukan 3M dan 3T ini, jadi sama sekali tidak boleh kendor," kata Penasehat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga pakar untuk peningkatan testing dan tracing Monica Nirmala beberapa waktu lalu.

"Dalam Covid-19 ini intervensi apapun itu tidak ada yang namanya senjata pamungkas, jadi kita butuh semua," tambahnya.

Monica mengatakan proses vaksinasi sendiri membutuhkan waktu. Jika melakukan vaksinasi secara masif misalnya satu juta orang divaksin dalam sehari maka untuk bisa mencapai seluruh jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 270 juta jiwa, maka dibutuhkan waktu kurang lebih hampir satu tahun.

Dalam proses pemberian vaksin hingga ke seluruh masyarakat Indonesia pun, 3M dan 3T harus tetap berjalan dengan baik untuk mencegah penularan Covid-19.

"Jadi kita tidak bisa berpikir bahwa oh nanti ketika vaksin sudah datang berarti udah bebas. Jadi tetap intervensi intervensi yang tadi kita sudah terapkan protokol kesehatan 3M upaya-upaya 3T tadi itu tetap harus berjalan terus tetap harus dilakukan," kata Monica.

Managing Director di Ipsos Indonesia Soeprapto Tan mengatakan 3M dan 3T harus tetap dilakukan secara konsisten meskipun vaksin nantinya mulai didistribusikan.

"Jadi bukan suatu mata rantai yang terputus, tapi 3M, 3T dan vaksin merupakan satu mata rantai, dan sebenarnya vaksin itu ada di dalamnya," ujarnya.

Meskipun sudah ada vaksin, kebiasaan 3M dan 3T tersebut harus dilakukan, karena belum ada yang menjamin seberapa lama kekebalan tubuh itu bertahan setelah menerima vaksin untuk mencegah diri tertular Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top